Beriman. Kata tersebut begitu indah untuk diucapkan dan memiliki makna yang sangat mendalam. Orang-orang beriman adalah mereka yang menciptakan harmoni dalam hidup karena ketaatan dan kecintaan mereka pada Tuhan. Namun, apakah kita tahu apa yang sebenarnya bukan merupakan tanda-tanda seorang yang beriman? Mari kita jelajahi bersama.
Percaya Tanpa Praktek
Banyak orang yang mengaku beriman hanya dengan menyatakan kepercayaan mereka, tapi tidak didukung oleh praktek ibadah atau perilaku yang baik. Mereka merasa cukup dengan meyakini adanya Tuhan tanpa melaksanakan perintah-Nya. Orang beriman sesungguhnya tidak hanya memahami dan berakidah, mereka juga bertindak sesuai dengan ajaran agama.
Tak Peduli Dengan Lingkungan
Beriman bukan hanya tentang hubungan antara diri dengan Tuhan, tapi juga tentang bagaimana kita berinteraksi dengan sesama manusia dan lingkungan. Orang yang tidak peduli pada lingkungan dan tidak bertanggung jawab terhadap sekitarnya, bisa dipertanyakan keberimannya. Sebab, salah satu tanda orang beriman adalah mereka yang selalu berusaha menjadi khalifah di bumi dengan menjaga dan melestarikan alam.
Sombong & Takabur
Menurut ajaran agama, sifat sombong dan takabur adalah lawan dari karakter seorang beriman. Seseorang yang beriman harus bersifat merendah diri, tidak sombong, dan selalu berlaku adil. Menyombongkan diri dan merendahkan orang lain justru menunjukkan kebencian dan ketidakcintaan pada sesama, sehingga bukan termasuk tanda-tanda orang beriman.
Mengejar Dunia
Beriman tidak berarti bahwa kita harus meninggalkan dunia dan bermukim di gunung atau hutan. Namun, beriman memang memerlukan keseimbangan antara dunia dan akhirat. Jika seseorang hanya mementingkan kehidupan dunia dan melupakan akhirat, itu bukanlah tanda-tanda orang yang beriman. Seorang beriman akan selalu memiliki prinsip bahwa dunia adalah jalan menuju kehidupan setelah mati.
Melanggar Janji
Beriman juga berarti menepati janji. Seseorang yang sering melanggar janji, baik itu dalam konteks pribadi maupun profesional, bukanlah fitur orang beriman. Sebaliknya, orang beriman biasanya menjaga janjinya dan berusaha sebaik mungkin untuk memenuhinya karena mereka mengerti bahwa janji adalah hutang yang harus dibayar.
Kesimpulannya, beriman bukan tentang klaim verbal atau kehadiran fisik di tempat-tempat ibadah saja, tetapi tentang bagaimana seseorang berperilaku dan menjalankan hidup sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya. Sebuah keberiman yang murni akan mempengaruhi setiap aspek dalam hidup, dan mencerminkan diri melalui tindakan dan perilaku yang baik.