Berikut Ini yang Tidak Menggambarkan Kesantunan dalam Berbahasa

Berbicara adalah salah satu keterampilan yang paling penting dalam komunikasi antar manusia. Tak hanya apa yang kita sampaikan, tetapi bagaimana cara menyampaikannya juga memiliki dampak yang cukup signifikan. Kesantunan berbahasa bukanlah hanya soal etiket, tetapi lebih jauh, ini adalah bagian penting dalam menyusun interaksi sehingga dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Sayangnya, terkadang kita menemui berbagai perilaku dalam berbahasa yang justru tidak mencerminkan sikap yang santun.

Bahasa Kasar dan Menyakitkan

Pertama, adalah penggunaan bahasa yang kasar dan menyakitkan. Bahasa kasar, seperti penggunaan kata-kata kotor atau makian, adalah contoh nyata yang menunjukkan ketidaksempurnaan. Selain itu, kata-kata yang diformulasikan untuk merendahkan atau menyakiti orang lain jelas mencerminkan tidak adanya kesantunan dalam berbahasa.

Sifat yang Menghakimi

Penggunaan bahasa yang menghakimi juga merupakan contoh dari ketidaksempurnaan berbahasa. Mengomentari seseorang atau sesuatu dalam cara yang negatif atau tanpa empati dapat merusak hubungan dan merasa tidak dihargai.

Menggunakan Bahasa yang Sarat dengan Stereotip

Kesantunan berbahasa tidak hanya ditunjukkan melalui apa yang kita katakan, tetapi juga bagaimana kita mengatakan sesuatu kepada orang lain. Jika bahasa kita sarat dengan stereotip dan prasangka, maka kita tidak hanya menunjukkan kurangnya pengetahuan, tetapi juga menunjukkan kesantunan yang rendah.

Diskriminasi Bahasa

Diskriminasi bahasa, seperti rasis, sexist, atau bahasa lain yang menghina atau merendahkan kelompok tertentu, jelas-jelas bertentangan dengan kesantunan berbahasa. Bahasa semacam ini tidak hanya merendahkan, tetapi juga dapat menciptakan permusuhan dan memecah belah komunitas.

Menggunakan Bahasa dalam Konteks yang Salah

Kesantunan juga melibatkan pemahaman tentang kapan dan di mana menggunakan jenis bahasa tertentu. Menggunakan bahasa formal pada situasi yang tidak tepat atau bahasa sehari-hari yang sangat santai dalam konteks formal dapat mengganggu efektivitas komunikasi dan dianggap tidak sopan.

Di era digital ini, saat komunikasi semakin mudah dan cepat, penting untuk selalu mengingat bahwa bahasa yang kita gunakan mencerminkan identitas dan nilai-nila kita. Sebuah ungkapan bijaksana berbunyi, “Jadilah hati-hati dengan kata-kata Anda. Sekali mereka keluar, mereka hanya bisa diampuni, tidak dilupakan.” Kesantunan dalam berbahasa tidak hanya menciptakan suasana komunikasi yang nyaman dan menghargai, tetapi juga membantu kita untuk membangun hubungan yang baik dan efektif dengan orang lain. Mari kita terus belajar dan berlatih untuk menggunakan bahasa yang lebih santun dalam kehidupan sehari-hari kita.

Leave a Comment