Bermazhab: Sebuah Kepentingan saat Ketidakmampuan Menimpa

Bermazhab bukanlah sekadar sebuah pilihan, tetapi seringkali menjadi satu keharusan yang terpaksa diambil ketika seseorang berada dalam kondisi tertentu. Mengikut mazhab atau sekte tertentu dalam agama memiliki makna yang mendalam, terutama ketika seseorang belum atau tidak mampu memahami isi agama secara menyeluruh. Dalam tulisan ini, kita akan membahas kenapa bermazhab jadi sesuatu yang diharuskan ketika seseorang belum atau tidak mampu mempelajari syariat Allah secara detail dan komprehensif.

Bermazhab: Sebuah Pelabuhan di Tengah Badai Kehidupan

Menjadi seorang Muslim artinya harus mampu menjalankan apa yang disyariatkan Allah dan Rasul-Nya. Tapi, apa jadinya bila seseorang belum memiliki kecakapan memahami syariat tersebut atau bahkan tidak mampu mempelajarinya? Disinilah pentingnya bermazhab.

Mazhab bukan saja sebuah pilihan, tetapi juga jadi sebuah pelabuhan kala badai kehidupan menerpa. Ketika seseorang belum mampu melihat dan mengetahui benar salah suatu perkara atau tidak mampu menjalankan suatu perintah agama karena kendala tertentu, mazhab memberikan arahan, meredakan keraguan, dan memberikan solusi.

Bermazhab: Bantalan Kesalahan

Seorang yang belum mampu memahami syariat atau tidak mampu mencapai tingkatan ijtihad, tentu harus merujuk ke orang yang sudah mencapai tingkat tersebut. Dalam hal ini, mazhab menjadi bantalan bagi kesalahan individu yang mengikutinya. Sebab, orang yang berpegang pada mazhab sudah berusaha meniti jalan yang benar meski dalam keterbatasannya. Dalam hal ini, mazhab menjadi pengaman dari kemungkinan yang lebih buruk.

Bermazhab: Sebuah Komitmen Ibadah

Bermazhab juga mengajarkan bagaimana menjalankan ibadah sesuai dengan apa yang dipahami dan diyakini oleh pendiri mazhab tersebut. Dengan bermazhab, kita mendapatkan petunjuk, arahan, dan gambaran jelas tentang cara beribadah yang baik dan syar’i. Sehingga, meski belum mampu memahami secara detail dan mungkin tak mampu menjalaninya dengan sempurna, orang tersebut tetap berusaha memenuhi tuntutan syariat sejauh kemampuannya melalui petunjuk mazhab yang diikuti.

Penutup

Bermazhab menjadi diharuskan disaat seseorang belum atau tidak mampu memahami secara baik dan benar ajaran agama atau disaat seseorang ingin menjalankan ibadah dengan benar sesuai syariat, namun terkendala dengan berbagai hal. Melalui mazhab, seseorang mendapatkan landasan yang kuat untuk menjalankan agamanya dengan baik dan benar sesuai kapasitas dan kemampuannya. Dengan demikian, tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan ridha Allah meskipun di tengah keterbatasan dan hambatan yang ada.

Leave a Comment