Rangkaian listrik adalah cara Pemantauan organisasi komponen listrik atau elektronik, seperti resistor, kapasitor, dan sumber tegangan, yang terhubung bersama oleh konduktor. Ada dua jenis dasar rangkaian listrik: rangkaian seri dan rangkaian paralel. Dalam blog ini, kita akan mendalami besarnya tegangan listrik yang mengalir pada rangkaian paralel.
Pengertian Rangkaian Paralel
Sebelum kita membahas mengenai besarnya tegangan listrik, pertama-tama kita perlu memahami apa itu rangkaian paralel. Rangkaian paralel adalah jenis rangkaian listrik di mana semua komponen dihubungkan secara paralel, yang berarti setiap komponen memiliki jalur listriknya sendiri-sendiri. Oleh karena itu, aliran listrik atau arus listrik dalam rangkaian paralel dapat mengalir melalui lebih dari satu jalur.
Besarnya Tegangan Listrik pada Rangkaian Paralel
Dalam rangkaian paralel, besarnya tegangan listrik yang berada di sepanjang setiap komponen dalam rangkaian adalah sama, tidak peduli berapa banyak komponen yang ada. Dengan kata lain, tegangan (V) total dalam rangkaian paralel adalah sama dengan tegangan pada setiap komponen. Misalkan ada tiga buah resistansi yang dihubungkan secara paralel dengan sumber tegangan sebesar 12 volt, maka tegangan pada tiap resistor tersebut adalah 12 volt.
Maxwell, seorang fisikawan dari abad 19, mengajukan hukum ini, yang sekarang dikenal sebagai Hukum Kirchhoff untuk Tegangan. Ini menyatakan bahwa dalam suatu rangkaian tertutup, besarnya jumlah tegangan pada komponen-komponen dalam rangkaian adalah sama dengan jumlah tegangan yang diberikan oleh sumber.
Implikasi Besarnya Tegangan yang Sama dalam Rangkaian Paralel
Besarnya tegangan listrik yang sama dalam rangkaian paralel memiliki beberapa implikasi penting. Pertama, hal ini memungkinkan setiap komponen dalam rangkaian untuk beroperasi secara independen. Artinya, jika salah satu komponen dalam rangkaian gagal atau dihapus, komponen lainnya tidak akan dipengaruhi dan masih dapat berfungsi dengan baik.
Selain itu, besarnya tegangan yang sama juga berarti bahwa sumber listrik tidak perlu bekerja lebih keras ketika komponen ditambahkan ke dalam rangkaian. Hal ini berbeda dengan rangkaian seri, di mana total tegangan rangkaian adalah jumlah tegangan setiap komponen, sehingga menambah komponen dapat menyebabkan sumber listrik harus bekerja lebih keras.
Kesimpulan
Dalam rangkaian paralel, besarnya tegangan listrik yang berada di sepanjang setiap komponen dalam rangkaian adalah tetap, tidak peduli berapa banyak komponen yang ada. Hukum ini memungkinkan setiap komponen untuk beroperasi secara independen dan memastikan sumber listrik tidak perlu bekerja lebih keras ketika komponen ditambahkan ke rangkaian.