Banyak orang menikmati kenyamanan dan kepraktisan pembayaran digital di era modern ini. Namun, untuk Bu Rita, seorang ibu rumah tangga di pedesaan Jawa, memilih memegang uang tunai tetap menjadi pilihan terbaik. Mengapa demikian? Sebab, ia merasa lebih mudah dan praktis berbelanja di pasar dengan menggunakan uang tunai.
Kebijakan Uang Tunai Bu Rita
Bu Rita adalah tipe orang yang konservatif ketika datang ke teknologi. Baginya, berbelanja fisik di pasar lokal adalah bagian dari rutinitas harian. Bagaimanapun juga, pasar adalah lokasi utama untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari: mulai dari sayuran segar, daging, ikan, hingga bumbu dapur.
Dalam berbelanja, Bu Rita selalu mempersiapkan anggaran dalam bentuk uang tunai. Baginya, ini memudahkan untuk membayar dan menawar harga. Selain itu, dia merasa memiliki kontrol lebih baik atas pengeluarannya. Metode ini memastikan dia hanya menghabiskan apa yang dia bawa dan membantunya menghindari pembelian impulsif.
Uang Tunai: Pilihan Praktis di Pasar
Pasar tradisional di pedesaan seperti tempat Bu Rita tinggal, biasanya belum sepenuhnya menerima pembayaran digital. Beberapa penjual mungkin tidak memiliki fasilitas yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi non-tunai. Selain itu, sinyal internet yang tidak stabil di beberapa area pedesaan juga dapat menjadi penghalang bagi transaksi digital.
Kemudian, dalam konteks tawar-menawar, uang tunai memberikan keuntungan sendiri. Menunjukkan uang tunai ketika menawar bisa menjadi strategi efektif untuk mendapatkan penawaran terbaik.
Kesimpulan: Menghargai Pilihan Individu
Dalam dunia yang semakin digital, penting untuk mengingat bahwa tidak semua orang mampu atau memilih untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Bu Rita merupakan contoh sempurna bahwa uang tunai masih memiliki tempat di hati dan dompet beberapa orang.
Meskipun hampir semua orang di kota besar telah beralih ke pembayaran non-tunai, masyarakat di pedesaan mungkin masih merasa lebih nyaman dengan uang tunai. Oleh karena itu, dibutuhkan lebih banyak waktu dan usaha untuk memperkenalkan dan menerima teknologi baru di komunitas semacam ini.
Kita tidak perlu memaksa orang lain untuk mengikuti jalan kita. Dalam hal ini, Bu Rita telah menemukan metode yang paling memudahkan dirinya. Sebab, pada akhirnya, yang terpenting adalah bertindak sesuai dengan apa yang membuat kenyamanan dan kemudahan bagi diri kita sendiri.