Iman, dalam pemahaman agama Islam, adalah fondasi aqidah yang menjadi landasan keyakinan seseorang terhadap Allah, rasul-rasul-Nya, hari kiamat, takdir, malaikat, dan kitab-kitab-Nya. Iman ini memiliki cabang-cabang yang mencerminkan berbagai aspek kehidupan seorang Muslim, yang dilambangkan dengan perilaku dan tindakan mereka sehari-hari. Salah satu hadis yang digunakan untuk menjelaskan hal ini adalah hadis yang dikenal sebagai “Hadis 63 Cabang Iman”.
Unsur Hadis Tentang 63 Cabang Iman
Hadis yang membahas tentang 63 cabang iman, tidak secara eksplisit ada dalam sumber hadis utama seperti Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah. Namun terdapat hadis lain yang secara umum menjelaskan tentang cabang-cabang iman.
Dalam hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,
“Iman itu ada sebanyak lebih dari 60 atau 70 cabang, yang paling tinggi adalah ucapan ‘La ilaha illallah’ (tiada Tuhan selain Allah), dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan malu adalah sebagian dari iman.”
Hadis ini memberi gambaran tentang konsep cabang-cabang iman dalam Islam. Menurut ini, iman tidak hanya berarti percaya, tetapi juga melibatkan tindakan dan perilaku yang mencerminkan keyakinan tersebut.
Penggalian Makna Hadis 63 Cabang Iman
Ketika Rasulullah SAW menyatakan bahwa iman memiliki lebih dari 60 atau 70 cabang, ini menunjukkan bahwa iman mencakup berbagai aspek kehidupan seorang Muslim. Cabang-cabang iman ini mencakup, namun tidak terbatas pada, keyakinan terhadap Allah, pengamalan lima rukun Islam, perilaku etis dan moral, serta tindakan-tindakan kebaikan yang dapat membantu orang lain.
Misalnya, ucapan ‘La ilaha illallah’ dinyatakan sebagai cabang iman yang paling tinggi. Ini merujuk kepada ‘tawhid’, yakni pengakuan dan keyakinan bahwa hanya ada satu Tuhan, Allah. Di sisi lain, menyingkirkan gangguan dari jalan, yang merupakan perbuatan praktis untuk membantu orang lain, dianggap sebagai cabang iman yang paling rendah.
Konsep cabang-cabang iman ini menjelaskan bahwa iman bukanlah suatu konsep yang statis, tetapi dinamis dan mencakup berbagai aspek kehidupan. Iman bukan hanya tentang apa yang diyakini oleh seseorang, tetapi juga tentang apa yang mereka lakukan untuk menyampaikan dan merefleksikan keyakinan mereka tersebut.
Kesimpulan
Hadis tentang 63 cabang iman memberikan gambaran tentang betapa luas dan kompleksnya konsep iman dalam Islam. Iman mencakup berbagai aspek, mulai dari keyakinan teologis hingga perilaku moral dan etis. Oleh karena itu, seorang Muslim dituntut untuk tidak hanya memahami iman mereka tetapi juga untuk merenungkan dan berusaha mewujudkannya dalam perilaku mereka sehari-hari.