Cara pandang pengarang dalam memandang suatu peristiwa di dalam cerita disebut

Saat membaca sebuah cerita, kita sering kali memasuki dunia yang diciptakan oleh pengarang. Bagaimana kita memahami dan menafsirkan peristiwa-peristiwa dalam cerita tersebut sangat banyak dipengaruhi oleh sudut pandang pengarang. Konsep ini dalam sastra sering kali disebut dengan “perspektif pengarang.”

Menafsirkan Perspektif Pengarang

Perspektif pengarang adalah cara pandang pengarang dalam memandang dan menuliskan suatu peristiwa di dalam cerita. Sastra adalah proses ekspresi kreatif dan tingkat keberhasilannya dapat diukur melalui kemampuan pengarang untuk mengekspresikan perspektif mereka dengan cara yang jelas dan kohesif.

Perspektif pengarang menentukan bagaimana karakter dan situasi diceritakan, memberikan pemahaman yang mendalam tentang peristiwa dan motivasi karakter. Dengan demikian, perspektif pengarang menjadi jembatan antara cerita dan pembaca.

Faktor Penting Dalam Perspektif Pengarang

Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi perspektif pengarang:

  1. Latar belakang pribadi pengarang: Ini merujuk pada pengalaman pribadi dan latar belakang sosio-kultural pengarang, yang memiliki peran penting dalam membentuk cara mereka memandang dunia.
  2. Tujuan penulisan: Motif dan tujuan penulisan juga mempengaruhi cara melihat pengarang. Misalnya, jika pengarang menceritakan tentang isu sosial, tujuan penulis mungkin untuk membuat pembaca menyadari masalah tersebut.
  3. Genre dan gaya penulisan: Genre dan gaya perangkat sastra yang digunakan pengarang juga dapat mempengaruhi perspektif mereka.

Contoh Perspektif Pengarang

Sebagai contoh, dalam novel “To Kill a Mockingbird” oleh Harper Lee, perspektif pengarang dinyatakan melalui mata karakter utama, Scout, karakter anak kecil yang melihat dan menjelaskan peristiwa-peristiwa dalam cerita tersebut.

Kesimpulan

Memahami perspektif pengarang merupakan aspek penting dalam menikmati dan memahami suatu karya sastra. Lebih jauh lagi, hal ini dapat membantu pembaca merasakan lebih dalam emosi dan maksud di balik peristiwa-peristiwa dalam cerita.

Sumber Referensi:

  1. Cuddon, J.A. (1998). The Penguin Dictionary of Literary Terms and Literary Theory. London: Penguin Books.
  2. Abrams, M.H., and Harpham, G.G. (2012). A Glossary of Literary Terms. Boston: Wadsworth Cengage Learning.
  3. Lee, Harper. (1960). To Kill a Mockingbird. J.B. Lippincott & Co.

Leave a Comment