Cara yang Kurang Tepat dalam Berempati dengan Korban Perundungan

Berempati adalah kemampuan untuk merasakan atau memahami perasaan orang lain. Ini adalah salah satu atribut kunci dalam membangun hubungan yang kuat dan sehat. Namun, dalam konteks korban perundungan, cara kita berempati kadang-kadang bisa menjadi kurang tepat dan malah menimbulkan dampak negatif. Berikut adalah sejumlah cara yang kurang tepat dalam berempati dengan korban perundungan.

Menyalahkan Korban

Salah satu kesalahan paling umum adalah cenderung menyalahkan korban. Banyak orang menggunakan pendekatan ini dalam cara mereka berempati, tetapi hal ini hanya membuat korban merasa lebih buruk. Sebagai contoh, ketika kita mengatakan, “Mungkin kamu harus berusaha lebih keras untuk tidak menarik perhatian,” kita secara tidak langsung memberi saran bahwa korban sebagian bertanggung jawab atas perundungan yang mereka alami.

Membandingkan Pengalaman

Walaupun bisa bermanfaat dalam beberapa situasi, membandingkan pengalaman bisa menjadi kurang tepat, terutama ketika berempati dengan korban perundungan. Anggapan bahwa perundungan yang sama dialami oleh semua orang adalah mitos. Kita harus mengakui bahwa setiap orang memiliki pengalaman dan respon yang unik terhadap perundungan.

Menyepelekan Masalah

Ketika kita berusaha untuk memberikan perspektif, seringkali kita malah menyepelekan masalah. Perundungan boleh jadi tampak sepele bagi kita, tetapi bisa menjadi sangat berat bagi yang mengalaminya. Jangan pernah merendahkan pengalaman korban dengan menganggap perundungan tersebut sebagai sesuatu yang biasa atau bagian dari kehidupan.

Memberikan Solusi Prematur

Berempati tidak berarti harus segera memiliki solusi untuk masalah yang dialami orang lain. Terkadang, apa yang korban butuhkan hanyalah didengarkan dan dipahami, bukan diberi solusi. Memberikan solusi prematur dapat membuat korban merasa tidak didengar dan pengalaman mereka tidak dihargai.

Berempati dengan korban perundungan membutuhkan kepekaan dan kesabaran. Sangat penting untuk menghindari cara-cara berempati yang kurang tepat ini. Sebagai gantinya, kita harus berusaha untuk mendengarkan, memahami, dan menghargai pengalaman mereka tanpa memberikan penilaian atau solusi prematur.

Leave a Comment