Menyiapkan sebuah paparan tentang produk barang dapat menjadi tugas yang menantang. Apalagi jika kita ingin membuat paparan tersebut menarik dan berkesan bagi pembaca. Dalam hal ini, kita mungkin membutuhkan tiga jenis paparan: deskriptif, naratif, dan sesuatu yang bisa mempengaruhi dan meyakinkan pembaca, atau yang dikenal sebagai argumentatif dan persuasif.
Deskriptif
Deskripsi adalah cara termudah untuk memaparkan produk. Sebagai contoh, bayangkan sebuah dompet kulit elegan:
“Dompet kulit hitam ini memiliki tekstur kulit sapi asli yang halus dan berlimpah. Sekilas, dominan warna hitam memberikan kesan profesional dan elegan. Dengan ukuran 11cm x 9cm, dompet ini memiliki banyak ruang untuk menyimpan kartu dan uang Anda. Desain interior mencakup beberapa slot kartu, satu ruang uang kertas, dan kantong khusus untuk menyimpan koin.“
Naratif
Paparan naratif akan membawa pembaca pada perjalanan yang memuaskan. Misalkan kita masih mengambil contoh produk dompet kulit hitam ini:
“Suatu hari, Ramon merasa dompetnya terasa usang dan tidak lagi mewakili gaya hidupnya yang semakin profesional dan elegan. Dia mulai mencari pengganti dan menemukan dompet kulit hitam ini. Begitu dia membuka kemasannya, aroma kulit sapi asli langsung memenuhi ruangannya. Dia langsung jatuh cinta pada detail dan kerajinan tangan yang ditunjukkan dalam setiap jahitan. Kini, Ramon merasa lebih percaya diri saat membayar untuk makan siang dengan klien.“
Argumentatif dan Persuasif
Paparan argumentatif dan persuasif akan memberikan alasan kepada pembaca mengapa mereka harus membeli produk. Contoh untuk dompet kulit hitam:
“Pertimbangkan dompet kulit hitam ini sebagai investasi. Kualitas kulit sapi asli menjamin dompet ini akan berumur panjang, dan desainnya yang elegan dan profesional pasti akan bertahan seiring berjalannya waktu dan mode. Selain itu, dompet ini dirancang tidak hanya dengan tujuan estetika, tetapi juga fungsional. Dengan slot kartu yang cukup dan kantong khusus untuk koin, ini tentunya adalah pilihan yang sempurna untuk mereka yang menginginkan keseimbangan antara gaya dan fungsi.“
Dengan memadukan kegiatan deskriptif, naratif, dan argumentasi, sebuah blog tentang produk barang bisa menjadi lebih menarik bagi pembaca. Tidak hanya mereka akan mendapatkan gambaran yang jelas tentang produk, tetapi mereka juga akan memahami betapa pentingnya produk tersebut dalam konteks mereka sendiri.