Daerah Dimana Terdapat Praktik Pertanian Pertama Sekitar Tahun 8000 SM

Sejarah pertanian merupakan sejarah yang mencengangkan karena menunjukkan bagaimana manusia telah belajar untuk menjinakkan tanah dan mengelola sumber daya alam untuk menghasilkan makanan yang bermanfaat. Salah satu periode penting dalam sejarah pertanian adalah keberadaan praktik pertanian pertama di sekitar tahun 8000 SM. Artikel ini akan membahas daerah di mana terdapat praktik pertanian pertama kali sekitar tahun 8000 SM dan apa yang membuat daerah-daerah ini terkenal sebagai awal mula pertanian.

Fertile Crescent: Tempat Lahirnya Pertanian

Fertile Crescent, atau Sabit Subur, merupakan sebuah wilayah yang membentang di sepanjang Timur Tengah, meliputi bagian modern dari Turki, Suriah, Lebanon, Israel, Palestina, Yordania, Mesir, Iran, dan Irak. Daerah ini telah dikenal sebagai daerah di mana terdapat praktik pertanian pertama sekitar tahun 8000 SM.

Apa yang membuat Fertile Crescent begitu istimewa dan unik adalah iklimnya yang ramah dan subur. Terletak di antara sungai Tigris dan Efrat, daerah ini memiliki kondisi tanah yang cocok untuk bercocok tanam, ditambah dengan iklim yang lembab dan cukup curah hujannya. Faktor-faktor ini menjadikannya sebagai habitat ideal bagi manusia untuk berkembang dan melahirkan peradaban-peradaban besar seperti Mesopotamia, Sumeria, Babilonia, dan Asiria.

Awal Mula Pertanian: Tanaman dan Hewan yang Di[valid HTML]jompo

Praktik pertanian di Fertile Crescent bermula dari berbagai tanaman dan hewan yang tumbuh secara alami di daerah tersebut. Salah satu tanaman terpenting dalam sejarah pertanian adalah gandum. Sebagai makanan pokok, diperkirakan bahwa gandum telah ditanam dan dipanen oleh penduduk setempat sejak tahun 8000 SM. Hal ini didukung oleh peninggalan arkeologis yang menunjukkan adanya pemanenan gandum oleh masyarakat di daerah tersebut pada waktu tersebut.

Selain gandum, tanaman seperti jelai, kacang-kacangan, dan biji-bijian lainnya juga menjadi bagian penting dari praktik pertanian awal. Penduduk Fertile Crescent juga menguasi seni pengembangbiakan hewan, hal ini dapat dilihat dari adanya praktik perternakan kambing, domba, sapi, dan unggas yang pada akhirnya memperkuat peranannya dalam penyediaan makanan bagi masyarakat lokal.

Dampak Penting Pertanian Terhadap Peradaban Manusia

Pertanian di tahun 8000 SM memiliki dampak penting bagi perkembangan peradaban manusia. Pertama, kemampuan untuk menghasilkan makanan yang cukup dan berlimpah berarti bahwa penduduk Fertile Crescent tidak perlu selalu berburu dan mengumpulkan makanan dari alam liar. Hal ini mendorong mereka untuk tinggal lebih lama di satu tempat dan membangun pemukiman yang lebih permanen.

Kedua, dengan tersedianya makanan yang berlimpah, populasi tumbuh pesat dan menyebabkan terjadinya pertumbuhan ekonomi, sosial, dan politik dalam masyarakat. Sistem pertanian yang mapan juga mendorong terjadinya spesialisasi dan pembagian kerja yang lebih kompleks, yang pada akhirnya mengarah pada munculnya peradaban-peradaban besar yang dikenal dalam sejarah manusia.

Kesimpulan

Daerah di mana terdapat praktik pertanian pertama sekitar tahun 8000 SM adalah Fertile Crescent atau Sabit Subur yang mencakup bagian-bagian modern Timur Tengah. Keanekaragaman tanaman gandum, jelai, kacang-kacangan, dan biji-bijian serta praktik perternakan hewan merupakan dasar yang melahirkan praktik pertanian awal. Pertanian pada periode ini telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam perkembangan peradaban manusia dan berdampak pada banyak aspek kehidupan sosial, ekonomi, dan politik.

Referensi:

  1. Diamond, J. (1997). Guns, Germs, and Steel: The Fates of Human Societies. New York: W. W. Norton & Company.
  2. Harlan, J.R. (1992). Crops and Man (2nd ed.). Madison: American Society of Agronomy.

Leave a Comment