Daftar 5 Negara Arab yang Tolak Embargo Israel Buntut Agresi ke Gaza

Konflik Israel dan Palestina yang telah berlangsung selama beberapa dekade kembali memanas. Tindakan agresi yang dilakukan oleh Israel ke Gaza telah memicu berbagai reaksi, terutama di kalangan negara-negara Arab. Namun, bukan tanpa kejutan, ada sejumlah negara Arab yang memilih untuk tidak mendukung embargo terhadap Israel. Dalam artikel ini, kita akan membahas lima negara Arab tersebut dan alasan di balik keputusan mereka.

1. Mesir

Mesir adalah salah satu negara Arab pertama yang mengakui keberadaan negara Israel lewat perjanjian Camp David pada tahun 1978. Mesir, sebagai negara dengan peran penting di Timur Tengah, membuka jalan bagi negara-negara Arab lainnya untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

2. Yordania

Yordania adalah negara Arab kedua yang menandatangani perjanjian damai dengan Israel pada tahun 1994. Meski bersebelahan langsung dengan Palestina, Yordania menentang embargo sebagai upaya menjaga hubungan diplomatiknya dengan Israel.

3. Uni Emirat Arab

UEA, yang baru-baru ini menandatangani perjanjian Abraham Accords dengan Israel, memilih untuk tidak mendukung embargo terhadap Israel. Perjanjian tersebut telah mementahkan tradisi lama di mana negara-negara Arab menolak untuk menormalisasi hubungan mereka dengan Israel.

4. Bahrain

Sama seperti UEA, Bahrain juga menandatangani perjanjian Abraham Accords. Keputusan Bahrain untuk tidak mendukung embargo merupakan hasil dari normalisasi hubungan mereka dengan Israel.

5. Sudan

Sudan, negara Arab yang sebelumnya memandang Israel sebagai musuh, juga telah memutuskan untuk tidak mendukung embargo. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi Sudan menuju demokrasi setelah jatuhnya rezim dictator Omar al-Bashir.

Meskipun tolak embargo, sejumlah negara Arab ini masih menunjukkan empati dan simpati mereka terhadap konflik yang dialami Palestina. Mereka mendesak solusi damai dan dibutuhkannya intervensi internasional untuk menciptakan keadaan yang adil dan stabil di kawasan tersebut.

Keputusan negara-negara Arab ini untuk tidak mendukung embargo terhadap Israel menunjukkan kerumitan dan nuansa dari geo-politik Timur Tengah. Setiap negara memiliki perspektif dan kepentingan mereka sendiri, membuat peta politik regional menjadi dinamis dan tak terduga.

Namun, di atas segalanya, keadaan ini mengingatkan kita betapa pentingnya solusi damai dan adil untuk konflik Israel-Palestina yang telah berlarut-larut ini demi kesejahteraan dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.

Leave a Comment