Demokrasi yang Diterapkan pada Masa Demokrasi Periode Tahun 1959-1965 di Indonesia

Ada begitu banyak periode penting dalam sejarah demokrasi Indonesia, namun periode 1959 hingga 1965 menonjol sebagai era spesifik yang melihat perubahan signifikan dalam penerapan demokrasi di negara tersebut. Ini adalah periode di mana Indonesia beralih dari demokrasi liberal ke demokrasi terpimpin oleh Presiden Soekarno. Dalam blog ini, kita akan melihat lebih dekat demokrasi seperti apa yang diterapkan dan bagaimana periode ini telah mempengaruhi politik dan masyarakat Indonesia hingga hari ini.

Demokrasi pada Periode 1959-1965

Periode ini ditandai dengan perubahan dramatis dalam struktur pemerintahan Indonesia. Sebelum tahun 1959, Indonesia mencoba praktik demokrasi liberal atau “Parlementer.” Namun, karena gangguan politik yang berkelanjutan dan ketidakstabilan, Presiden Sukarno menyerukan perubahan dari demokrasi liberal ke “Demokrasi Terpimpin” dalam pidatonya yang berjudul “Penemuan Kembali Revolusi Kita” pada tahun 1959.

Dalam sistem demokrasi terpimpin ini, Presiden Sukarno memiliki kekuatan yang hampir absolut. Lembaga-lembaga demokrasi formal seperti Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) masih ada, tetapi fungsi-fungsi mereka sangat dibatasi dan keputusan penting seringkali diambil oleh presiden sendiri. Kitab Undang-Undang Hukum Dasar Sementara (UUDS 1950) juga digantikan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), yang memberikan lebih banyak kekuasaan kepada presiden.

Dampak Demokrasi Terpimpin

Meskipun demokrasi terpimpin memberi stabilitas politik sementara, sistem ini juga menghasilkan beberapa efek negatif. Salah satunya adalah meningkatnya korupsi dan nepotisme, serta pelanggaran hak asasi manusia yang meluas. Mulai dari penangkapan politik hingga pembantaian massal, periode ini adalah salah satu yang paling berdarah dalam sejarah Indonesia.

Namun, demokrasi terpimpin juga melahirkan beberapa hasil positif, terutama dalam hal pembangunan infrastruktur dan peningkatan nasionalisme. Dalam bidang pendidikan, Sukarno memperkenalkan kurikulum nasional yang menekankan pada sejarah dan budaya Indonesia, dalam upaya untuk menguatkan identitas nasional dan persatuan.

Kesimpulan

Periode demokrasi tahun 1959 hingga 1965 adalah era yang penting dan berpengaruh dalam sejarah politik Indonesia. Meskipun penetapan demokrasi terpimpin oleh Presiden Sukarno menghasilkan perubahan signifikan dalam proses pemerintahan, periode ini juga menimbulkan banyak tantangan dan kontroversi. Seperti dalam setiap era, ada keberhasilan dan kegagalan, tetapi satu hal yang pasti, periode ini telah membentuk dan mempengaruhi politik dan masyarakat Indonesia hingga hari ini.

Leave a Comment