Dalam dunia biologi, pengertian dari istilah “sifat resesif” dan “fenotip” seringkali saling berkaitan dalam menjelaskan konsep dasar genetika. Keduanya adalah terminologi dasar yang digunakan untuk memahami bagaimana sifat-sifat diri kita dipengaruhi oleh gen-gen dalam sel kita. Untuk lebih memahaminya, mari kita bahas secara mendalam.
Sifat Resesif dan Kodominan
Dalam genetika, sifat resesif adalah sifat yang muncul pada suatu organisme apabila kedua gen yang diterima dari orang tua adalah gen resesif. Sifat atau ciri ini tidak akan tampak pada fenotip jika berpasangan dengan alel dominan.
Sebagai contoh, dalam hal warna mata manusia, “cokelat” adalah alel dominan, sementara “biru” adalah alel resesif. Jadi, seseorang hanya akan memiliki mata biru jika mewarisi dua gen untuk mata biru (satu dari setiap orang tua). Jika seseorang mewarisi satu gen biru dan satu gen coklat, mereka akan memiliki mata coklat karena alel coklat adalah yang dominan.
Persilangan dan Fenotip
Fenotip adalah penampakan fisik organisme yang dipengaruhi oleh genetik dan lingkungan. Dalam konteks genetika, fenotip mencakup semua ciri fisik, seperti warna rambut, mata, hingga tinggi badan.
Ketika mempertimbangkan persilangan, atau pemindahan gen dari satu generasi ke generasi berikutnya, keberadaan sifat resesif menjadi sangat penting. Ini adalah karena, walaupun sifat resesif mungkin tidak muncul pada generasi pertama, generasi berikutnya dapat mengekspresikannya jika mereka mewarisi dua salinan gen resesif.
Sifat Resesif Tidak Tampak pada Fenotip Keturunannya Apabila
Jadi, sifat resesif tidak akan tampak pada fenotip keturunannya apabila dalam persilangan tersebut, sifat yang diterima oleh individu tersebut adalah alel yang dominan. Berdasarkan hukum Mendel, dalam kondisi di mana satu alel dominan hadir, maka alel ini yang akan menentukan fenotip, meskipun alel resesif ada. Artinya, sifat resesif dapat “tertutupi” oleh sifat dominan dalam fenotip.
Dengan kata lain, jika individu mewarisi setidaknya satu alel dominan, ia akan memperlihatkan sifat atau ciri yang terkait dengan alel dominan, bukan alel resesif. Dalam hal ini, alel resesif menjadi “tersembunyi” dan tidak tampak dalam fenotip individu tersebut, meskipun ia masih membawa alel tersebut dalam genotipnya.
Oleh karena itu, penting untuk dipahami bahwa sifat resesif tidak selalu “hilang” dalam persilangan. Mereka hanya tidak tampak pada fenotip keturunannya apabila berpasangan dengan sifat dominan.