Salah satu dari berbagai keajaiban dan kebesaran yang dihadirkan oleh-Nya adalah adanya dua golongan makhluk-Nya yang mendapat kitab perintah untuk menyembah-Nya. Dalam kehidupan ini, setiap makhluk memiliki peran dan tujuan hidup yang dimandatkan oleh Allah SWT, dan dua golongan makhluk yang paling istimewa adalah Insan dan Jin.
Manusia dan Jin: Makhluk yang Mendapat Kitab Perintah
Insan – manusia, dan Jin, kedua golongan inilah yang telah menerima perintah langsung dari Allah melalui wahyu-Nya untuk melakukan penyembahan. Manusia dan Jin amat berbeda dalam bentuk dan sifat dari segi fisik mereka, tetapi satu hal yang menjadi persamaan kedua makhluk ini adalah kedua-duanya telah diberikan akal dan kebebasan untuk memilih jalur hidupnya sendiri.
Keistimewaan Manusia dan Jin dalam Mendapat Kitab Perintah
Jin dan manusia menjadi khusus karena Allah memberikan hikmah dan bebas berkehendak pada mereka. Makhluk lain mungkin tidak memiliki kesadaran dan kebebasan seperti yang dimiliki oleh manusia dan Jin. Dengan ini, kedua golongan ini memiliki tanggung jawab moral untuk mematuhi perintah Allah dan menyembah-Nya.
Pertanggungjawaban Manusia dan Jin
Dengan diberikannya kitab perintah dan kebebasan untuk memilih, manusia dan Jin dituntut agar bisa menggunakan akal dan hati nurani untuk menyembah Allah. Tujuan utama diberikannya kitab wahyu ini adalah agar manusia dan Jin hidup sesuai dengan tuntunan dan ajaran Allah. Kekeliruan dan penyimpangan dari jalanNya dapat membawa kedua golongan makhluk ini menuju kesesatan.
Penutup
Di akhir hayat, baik manusia maupun Jin akan berhadapan dengan pertanggungan jawab atas pilihannya dalam hidup ini. Mereka akan diadili berdasarkan sejauh mana mereka telah menjalankan perintah yang ada dalam kitab yang diberikan oleh Allah. Oleh karena itu, kita sebagai bagian dari dua golongan makhluk ini, memiliki tugas untuk selalu mengingat perintah Allah dan berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan perintah-Nya supaya kita mendapatkan tempat yang baik di akhirat kelak.
Dua golongan makhluk Allah yang mendapat kitab ini berada dalam perjalanan spiritual dalam mencari kesejatian dan tempat di hadapan Allah. Perjalanan ini berlangsung di dunia fana ini, dalam mengejar makna yang hakiki dan abadi, yaitu ridha Allah. Semoga kita semua diberikan kekuatan dan ketekunan dalam perjalanan ini.