Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah sebuah sistem yang mengubah energi potensial dari air menjadi energi listrik. PLTA memanfaatkan air sebagai sumber energi utama, sehingga ia merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Namun, tidak semua PLTA dibangun dengan cara yang sama. Dalam artikel ini, kita akan membahas dua jenis PLTA berdasarkan konstruksi atau cara mereka membendung air, yaitu PLTA Bendungan dan PLTA Penggelungan (Run-Off-River).
1. PLTA Bendungan
PLTA Bendungan, seperti namanya, merupakan tipe PLTA yang dibangun dengan cara membendung aliran air. Bendungan ini berfungsi sebagai reservoir tempat menampung air hingga ketinggian tertentu untuk mendapatkan potensi energi yang maksimal. Setelah itu, air akan dikeluarkan melalui sebuah pipa besar atau terowongan menuju turbin yang akan mengubah energi potensial air menjadi energi listrik.
PLTA Bendungan umumnya mempunyai kapasitas produksi yang besar dan mampu menyuplai listrik ke wilayah yang luas. Selain itu, bendungan biasanya juga mempunyai fungsi lain seperti penyediaan air irigasi, pengendalian banjir, dan pariwisata.
Namun, pembangunan PLTA Bendungan memerlukan biaya yang besar dan dapat berdampak pada lingkungan sekitar. Relokasi masyarakat juga menjadi tantangan karena pembangunan bendungan yang biasanya memerlukan lahan yang luas.
2. PLTA Penggelungan (Run-Off-River)
Pada PLTA penggelungan (Run-Off-River), air tidak disimpan di reservoir tetapi langsung dialirkan ke turbin untuk menghasilkan listrik. PLTA jenis ini biasanya dibangun di area dengan aliran sungai yang deras dan memiliki kemiringan yang cukup.
Salah satu keuntungan utama dari PLTA Penggelungan adalah dampaknya pada lingkungan yang lebih kecil dibandingkan dengan PLTA Bendungan. Karena tidak memerlukan bendungan besar atau reservoirs, maka relokasi masyarakat atau perubahan signifikan terhadap lingkungan dapat dihindari.
Kelemahannya, PLTA penggelungan sangat tergantung pada debit air sungai. Jika debit air menurun pada musim kemarau, maka produksi listriknya juga bisa menurun.
Sebagai penutup, perlu diingat bahwa setiap metode pembangunan PLTA memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Ketika merencanakan pembangunan PLTA, banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, seperti kondisi geografis, dampak lingkungan, dan biaya pembangunan, untuk memilih metode yang paling sesuai dan berkelanjutan.