Sriwijaya adalah kerajaan maritim yang berpusat di pulau Sumatera dan berjaya sekitar abad ke-7 hingga abad ke-14 Masehi. Namun, tengah jaya-jayanya, Sriwijaya sempat mendapatkan serangan dari dua kerajaan yang berusaha untuk menaklukkannya. Dua kerajaan tersebut adalah Kerajaan Chola dari India Selatan dan Kerajaan Majapahit dari Jawa Timur.
Kerajaan Chola
Pada abad ke-11, kerajaan Chola di bawah kepemimpinan Raja Rajendra Chola I melakukan serangan besar-besaran ke Sriwijaya. Peristiwa ini memulai era kegelapan untuk kerajaan Sriwijaya. Latar belakang serangan ini adalah persaingan dua kerajaan besar tersebut di dunia perdagangan internasional.
Kerajaan Chola yang tengah dalam puncak kejayaannya merasa terganggu dengan kemakmuran Sriwijaya yang berprofesi sebagai penengah perdagangan antara Tiongkok dan India. Penyerangan ini berpuncak pada tahun 1025 M, ketika armada Kerajaan Chola berhasil menyerang ibu kota Sriwijaya dan beberapa daerah jajahan Sriwijaya lainnya.
Kerajaan Majapahit
Setelah beberapa abad lamanya, Serangan kedua terjadi pada abad ke-14 oleh Kerajaan Majapahit di bawah kepemimpinan Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada. Tujuan dari serangan ini adalah ekspansi wilayah dan kekuasaan Majapahit. Menurut Nagarakretagama, sebuah naskah Jawa Kuno, Sriwijaya termasuk dalam wilayah yang berhasil ditundukkan oleh Majapahit.
Stamp of Gajah Mada maintained the ultimate goal to reach the state of Nusantara – consisting of various regions under one ruling body. Sriwijaya, being a prosperous and powerful maritime kingdom, was seen as a threat and potential obstacle.
Namun, serangan kerajaan Majapahit tidak berakhir dengan penaklukkan penuh Sriwijaya. Sebaliknya, ini menyebabkan perpecahan dan pergerakan pusat pemerintahan dan perekonomian kerajaan Sriwijaya ke Jambi dan kemudian Minangkabau.
Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa dua kerajaan yang pernah berusaha menaklukkan Sriwijaya adalah Kerajaan Chola dan Kerajaan Majapahit. Kedua peristiwa serangan ini meninggalkan dampak yang signifikan bagi kerajaan Sriwijaya dan juga sejarah maritim di kawasan tersebut.