Magnesium adalah salah satu elemen penting yang ada dalam banyak aplikasi industri. Fakta bahwa ia diperlukan dalam volume besar setiap tahun membuat penting untuk mencari sumber yang berkelanjutan dan ekonomis untuk memproduksinya. Salah satu sumber yang sangat menjanjikan dan cukup melimpah adalah air laut. Dalam artikel ini, kita akan membahas proses ekstraksi yang ditujukan untuk memproduksi logam magnesium dari air laut.
Mengapa Air Laut?
Air laut merupakan sumber daya alam yang melimpah dan mudah diakses. Selain itu, kandungan magnesiumnya sangat tinggi, yaitu sekitar 1.300 miligram per liter. Oleh karena itu, air laut menjadi tempat pilihan industri untuk memproduksi logam magnesium.
Proses Ekstraksi
Proses produksi magnesium dari air laut melibatkan beberapa langkah penting:
1. Pengolahan Air Laut
Proses ini melibatkan pengejaran dan penyaringan air laut untuk menghapus kotoran dan bahan lainnya yang mungkin mengganggu proses ekstraksi magnesium. Kemudian, air laut dipanaskan untuk menguapkan air, meninggalkan garam-garam mineral termasuk magnesium klorida.
2. Elektrolisis
Magnesium klorida kemudian dipanaskan sampai menjadi cair dan dijalankan melalui proses elektrolisis. Dalam proses ini, listrik dilewatkan melalui magnesium klorida yang mengakibatkan pemisahan magnesium dan klorida. Magnesium yang diproduksi kemudian mengapung ke atas dan dapat diambil dan diproses lebih lanjut.
3. Pembersihan dan Pertambangan
Magnesium yang diambil dari proses elektrolisis kemudian dibersihkan dan ditambang untuk menghasilkan logam magnesium murni yang siap untuk digunakan dalam berbagai aplikasi industri.
Bagaimanapun, proses ini membutuhkan penggunaan energi yang cukup besar, sehingga penelitian sedang berlangsung untuk mengembangkan teknologi yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan untuk ekstraksi magnesium dari air laut.
Kesimpulan
Produksi magnesium dari air laut adalah proses yang membuka banyak peluang untuk industri. Dengan ketersediaan magnesium yang sebanding dengan jumlah air laut, persediaan magnesium tak terbatas tampaknya menjadi realitas. Meskipun ada tantangan yang harus diatasi, tapi dengan penelitian dan pengembangan yang berkelanjutan, proses ini dapat menjadi solusi yang berkelanjutan untuk mencukupi kebutuhan industri akan magnesium.