Kata bijak yang menyatakan bahwa “sejarah adalah guru kehidupan” telah lama ada dan tetap hidup dalam diskusi intelektual sampai saat ini. Ternyata, kata-kata ini berasal dari seorang filsuf Romawi yang terkenal pada zamannya. Lewat tulisan ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai ungkapan ini, siapa penulisnya, dan bagaimana relevansinya dengan dunia modern.
Cicero: Filsuf, Orator, dan Negarawan Romawi
“Sejarah adalah guru kehidupan” (bahasa Latin: “Historia magistra vitae est”) adalah ungkapan yang ditemukan dalam tulisan-tulisan Marcus Tullius Cicero. Cicero adalah seorang filsuf, orator, dan negarawan Romawi yang hidup antara tahun 106 SM – 43 SM. Salah satu filsuf terpenting dari zaman Romawi, Cicero dikenal karena kepiawaiannya dalam berpidato dan keahliannya dalam menggali pemikiran filosofis.
Sejarah sebagai Guru Kehidupan
Menurut Cicero, sejarah adalah guru kehidupan karena ia menyediakan contoh perilaku manusia yang kalau dipelajari akan memberi kita pelajaran berharga tentang cara hidup, interaksi sosial, perjuangan kekuasaan, dan dinamika masyarakat. Dengan mempelajari sejarah, kita dapat belajar dari kesalahan masa lalu dan menghindari mengulanginya. Selain itu, sejarah juga memungkinkan kita untuk mengevaluasi tren dan perubahan budaya yang dapat membantu kita dalam membuat keputusan masa depan.
Relevansi Ungkapan Cicero di Dunia Modern
Ungkapan “sejarah adalah guru kehidupan” tetap relevan hingga saat ini. Dalam dunia modern yang kompleks dan serba cepat, kita masih bisa belajar banyak dari sejarah untuk menghadapi tantangan yang ada. Secara politis, negeri yang tidak mempelajari sejarah dan pembacaan kebijaksanaan politik klasik seperti The Art of War atau The Republic sering tersandung dalam mengambil keputusan strategis yang salah.
Di sisi lain, dalam kehidupan sehari-hari, contoh perilaku orang-orang terdahulu, seperti sikap filantropis dan solidaritas sosial, juga akan selalu relevan di tengah keserakahan dan individualisme zaman modern. Selain itu, sejarah juga sering menciptakan pola yang akan terulang. Dalam kasus ini, jika kita telah melakukan studi sejarah dengan baik, kita bisa mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi dan bersiap untuk menghadapinya.
Kesimpulan
Filsuf Romawi yang mengatakan bahwa “sejarah adalah guru kehidupan” ialah Marcus Tullius Cicero, seorang orator, filsuf, dan negarawan Romawi. Kata-kata bijak ini tetap relevan hingga saat ini karena berbagai alasan, antara lain untuk belajar dari kesalahan masa lalu dan menghindari pengulangan kesalahan, serta memahami tren dan perubahan budaya dalam rangka merencanakan masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, kita harus terus mempelajari sejarah sebagai sumber kebijaksanaan yang berguna untuk kehidupan kita.