Gas mulia adalah elemen-elemen kimia yang diperoleh dari pengurutan unsur sesuai peningkatan nomor atom. Alih-alih melibatkan diri dalam interaksi kimia, gas mulia cenderung berdiri sendiri, menjadikan elemen-elemen ini sangat stabil dan jarang berpartisipasi dalam reaksi kimia.
Ada enam gas mulia yang telah diidentifikasi, salah satunya adalah Helium (He) dan penelitian telah menunjukkan bahwa helium adalah gas mulia yang terdapat paling melimpah di matahari dan bintang-bintang. Tapi kenapa hal ini penting? Marilah kita telusuri lebih lanjut.
Helium: Gas Mulia yang Melimpah di Matahari dan Bintang-Bintang
Diketahui bahwa Helium merupakan gas mulia kedua setelah Hidrogen yang terdapat di alam semesta. Menurut penelitian, kedua elemen ini menyumbang lebih dari 98% elemen di alam semesta. Faktor ini menjadi sangat penting ketika kita mengingat bahwa bintang (termasuk matahari kita) adalah pembangkit listrik alam semesta. Helium merupakan elemen kunci di dalam proses ini, tepatnya dalam proses reaksi fusinuklir.
Fusinuklir di Bintang dan Matahari: Peran Helium
Proses fusinuklir adalah penyatuan inti atom yang melepaskan energi dalam jumlah besar. Pada dasarnya, ini adalah reaksi yang mengubah hidrogen menjadi helium. Matahari dan bintang lainnya memiliki gravitasi yang sangat kuat sehingga menciptakan tekanan dan suhu yang ekstrem di inti mereka, menciptakan lingkungan ideal untuk proses fusinuklir.
Saat matahari “membakar” hidrogen dan mengubahnya menjadi helium, energi dilepaskan dalam bentuk cahaya dan panas — dua faktor penting yang memungkinkan kehidupan di Bumi. Ketergantungan kita pada helium dan proses ini tidak hanya menunjukkan mekanisme yang mendasari fenomena alam, tetapi juga peran penting helium dalam melestarikan kehidupan seperti yang kita kenal.
Kesimpulan
Oleh karena itu, helium, gas mulia yang terdapat paling melimpah di matahari dan bintang-bintang, memainkan peran penting dalam alam semesta kita. Selain menjadi elemen kunci dalam pembentukan energi bintang, helium juga berperan penting dalam keberlangsungan kehidupan di planet kita. Jadi, sementara itu mungkin “mulia” dalam arti memiliki sedikit interaksi dengan elemen lain, penting untuk diingat bahwa tanpa helium, dunia kita mungkin akan sangat berbeda.