Setiap individu dipenuhi dengan gairah dan keinginan yang berbeda. Namum begitu, sebaiknya kita harus menjaga hati dan pikiran kita, tidak mudah digoda oleh tipu daya maksiat. Kata-kata kunci “Hiasi dirimu dengan maksiat dan janganlah dihiasi dengan ketaatan”, memunculkan pemahaman yang sebaliknya. Kita harus memperindah diri kita dengan tindakan-tindakan ketaatan, bukan berhias dengan maksiat. Kita harus fokus pada upaya untuk hiasi diri dengan ketaatan dan menjalani hidup yang penuh dengan integritas dan kejujuran.
Mengenal Maksiat dan Ketaatan
Maksiat adalah tindakan yang melanggar perintah Allah SWT dan melanggar norma hukum atau norma agama. Sebaliknya, ketaatan adalah perilaku mengikuti perintah dan larangan yang ditetapkan oleh Allah SWT. Maksiat dan ketaatan berlawanan secara polar, saling bertarung untuk mendominasi hati dan pikiran kita.
Mengapa Kita Harus Menghiasi Diri Dengan Ketaatan?
Ketaatan adalah penjaga hidup kita, adalah tameng yang melindungi kita dari godaan maksiat. Ketaatan adalah pakaian terindah yang bisa kita kenakan. Sebuah kata-kata bijak mengatakan, “Dihiasi bukan dengan perhiasan emas dan berlian, tetapi dengan perbuatan baik dan perilaku mulia.”
Hiasi diri dengan ketaatan berarti menjalankan perintah Allah SWT, baik berupa amalan wajib maupun sunnah, serta menjauhi larangan-Nya dan menjauhi kemaksiatan. Ketaatan akan membawa percaya diri, kebaikan, dan kedamaian dalam hidup, serta mempersiapkan kita untuk kehidupan akhirat kelak.
Mengapa Harus Menghindari Maksiat?
Maksiat merupakan perbuatan dosa yang justru akan mengotori diri dan menghilangkan inner beauty atau keindahan batin seseorang. Maksiat juga biasanya akan membawa dampak negatif dalam kehidupan seseorang baik di dunia maupun akhirat. Misalnya merusak hubungan dengan orang lain, merusak kesehatan, bahkan bisa membawa kesengsaraan di kehidupan setelah mati kelak.
Kesimpulan
Pesan yang ada dalam kata kunci, “Hiasi dirimu dengan maksiat dan janganlah dihiasi dengan ketaatan” ini harus kita pahami sebaliknya. Marilah kita hiasi diri kita dengan ketaatan, bukan maksiat. Jangan biarkan maksiat merusak kehidupan kita, melainkan biarkan ketaatan menjadi hiasan yang paling indah dan berharga dalam hidup kita. Keindahan sejati berasal dari hati yang taat dan penuh dengan kebaikan.