Hijrah, sebuah istilah dengan berbagai pengertian; mungkin yang paling umum diantara satu sama lain. Istilah ini dalam konteks sejarah Islam mengacu pada perpindahan kaum Muslim dari Mekah ke Madinah. Perpindahan ini adalah titik balik penting dalam sejarah Islam yang berpusat pada cerita migrasi luar biasa ini.
Latar Belakang Hijrah
Hijrah, dalam konteks ini, merujuk pada perpindahan fisik Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya dari kota Mekah menuju Madinah, yang kala itu bernama Yathrib, sekitar tahun 622 Masehi. Keputusan ini merupakan akibat dari serangkaian hambatan, diskriminasi, dan penganiayaan yang dihadapi oleh kaum Muslimin di Mekah oleh pemimpin Quraisy.
Dalam menghadapi tantangan yang semakin parah tersebut, kaum Muslimin saat itu, yang dikenal dengan Muhajirin, memutuskan untuk hijrah ke Madinah. Muhajirin sendiri berarti mereka yang melakukan hijrah, merujuk pada kaum Muslim yang melakukan migrasi besar-besaran dari Mekah ke Madinah.
Perjalanan Kaum Muhajirin
Bergerak secara rahasia untuk menghindari gangguan dan penyerangan, Muhajirin melanjutkan perjalanan panjang dan berbahaya menuju kota yang akan membuka pintunya untuk Islam, yaitu Madinah. Rumah-rumah para pengikut Muhammad sepi dan kosong, menandakan awal dari perjalanan kehidupan baru dan era baru bagi ummat Islam.
Walaupun perjalanan ini penuh dengan risiko dan bahaya, namun semangat dan kepercayaan kaum Muhajirin pada misi ilahi mereka tidak pernah padam. Dengan iman yang tidak tergoyahkan, mereka menghadapi berbagai tantangan dan rintangan di jalur hijrah.
Mereka yang tetap tinggal di Madinah, dikenal sebagai Ansar atau penolong, menyambut kedatangan Muhajirin dengan tangan terbuka. Mereka berbagi rumah, sumber daya, dan penghidupannya dengan Muhajirin, menciptakan ikatan persaudaraan dan komunitas yang kuat.
Dampak Hijrah
Hijrah bukan hanya perpindahan geografis tetapi juga merupakan perubahan cara berpikir dan berperilaku. Itu adalah awal dari perubahan politik, sosial, dan ekonomi yang signifikan yang berdampak pada tatanan sosial Arab dan akhirnya, dunia. Dari titik ini, Islam mulai berkembang ke berbagai bagian dunia.
Hijrah menegaskan pentingnya persatuan, berbagi, dan kasih sayang dalam komunitas Muslim. Ini juga membuka peluang bagi kaum Muslim untuk bebas beribadah dan menjalankan agamanya tanpa rasa takut atau penganiayaan.
Hijrah adalah suatu peristiwa penting dalam sejarah Islam; sebuah cerita tentang perjuangan, keberanian, dan kesetiaan umat Islam kepada Allah dan Rasul-Nya. Ini mengingatkan kita tentang nilai-nilai penting seperti persaudaraan, komitmen terhadap kebenaran, dan pengorbanan untuk kebaikan bersama.