Berbicara tentang dunia pendidikan, tentunya fokus utama kita adalah siswa. Siswa secara umum memiliki banyak variasi; ada yang cepat menerima materi ajar, ada pula yang membutuhkan waktu lebih. Ada siswa yang aktif berinteraksi, ada juga yang lebih suka diam. Dalam kelompok siswa tersebut, ada pula sekelompok siswa yang seringkali mendapat label sebagai “siswa bermasalah” atau siswa yang memiliki “kebutuhan khusus”. Ada sejumlah masalah yang muncul ketika kita berbicara tentang penanganan siswa bermasalah dan berkebutuhan khusus yang kadang tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Berikut ini beberapa identifikasi masalah yang perlu kita pahami:
Ketidakpahaman Tentang Siswa Bermasalah dan Berkebutuhan Khusus
Salah satu masalah utama yang muncul adalah kurangnya pemahaman tentang apa itu siswa bermasalah dan siswa berkebutuhan khusus. Seringkali, dua kelompok siswa ini terjebak dalam stigma negatif. Siswa bermasalah dikaitkan dengan perilaku buruk dan nakal, sedangkan siswa berkebutuhan khusus dianggap sebagai siswa yang tidak mampu. Ini adalah stigma yang salah dan harus segera diberantas.
Kurangnya Pelatihan bagi Guru
Guru memiliki peran penting dalam penanganan siswa bermasalah dan berkebutuhan khusus ini. Sayangnya, tidak sedikit guru yang belum mendapatkan pelatihan yang cukup terkait penanganan siswa ini. Hal ini bisa berakibat pada pendekatan yang salah dan potensi pengucilan siswa tersebut.
Lingkungan yang Kurang Mendukung
Untuk mendukung perkembangan siswa bermasalah dan berkebutuhan khusus, dibutuhkan lingkungan yang mendukung. Namun, realitasnya sering kali lingkungan sekolah dan rumah tidak memberikan dukungan tersebut. Siswa berkebutuhan khusus misalnya, membutuhkan fasilitas khusus yang seringkali tidak tersedia di sekolah sementara siswa bermasalah membutuhkan pendekatan khusus yang kadang tidak didapat dari rumah.
Menangani Masalah – Menuju Solusi yang Lebih Baik
Identifikasi masalah diatas adalah langkah pertama yang penting. Namun, perlu diingat bahwa identifikasi ini harus diikuti dengan tindakan nyata. Beberapa langkah yang bisa diambil adalah:
Pendidikan dan Pelatihan Bagi Guru
Untuk membantu guru mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang siswa bermasalah dan berkebutuhan khusus, pendidikan dan pelatihan adalah sebuah keniscayaan. Melalui pendidikan dan pelatihan ini, guru dapat temukan cara terbaik untuk mendukung kebutuhan siswa ini.
Membuat Lingkungan yang Mendukung
Setelah guru mendapatkan pemahaman dan kemampuan yang dibutuhkan, langkah berikutnya adalah membuat lingkungan yang mendukung. Ini bisa dalam bentuk penambahan fasilitas yang mendukung atau dengan menciptakan kebijakan sekolah yang mendukung perkembangan siswa tersebut.
Mengidentifikasi dan menangani masalah penanganan siswa bermasalah dan berkebutuhan khusus bukanlah hal yang mudah. Akan tetapi, dengan komitmen dan usaha dari semua pihak terkait, kita tentu bisa menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan inklusif untuk semua siswa.