Bencana alam dan keadaan darurat tidak memilih waktu atau tempat. Mereka bisa datang kapan saja dan siapa pun bisa menjadi korban. Dalam keadaan kritis ini, merespons dengan cepat dan efisien sangat penting. Respons cepat dan efektif memerlukan informasi yang akurat dan relevan. Namun, tidak semua informasi dibutuhkan dalam situasi seperti ini. Berikut adalah beberapa jenis informasi yang tidak dibutuhkan saat melakukan tanggap darurat bencana.
Informasi Pribadi yang Tidak Relevan
Informasi pribadi sangat penting saat penanganan bencana, namun tidak semua informasi pribadi diperlukan. Dalam konteks bencana, yang paling penting adalah data medis atau jenis informasi pribadi yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bertahan hidup atau mendapatkan bantuan. Misalnya, status pernikahan seseorang, profesinya, dan pendapatan tahunannya biasanya tidak relevan dalam situasi darurat.
Spekulasi dan Rumor
Dalam situasi krisis yang membingungkan, rumor dan spekulasi dapat dengan cepat menyebar. Meski bisa terasa meyakinkan, jenis informasi ini sering kali tidak akurat dan bisa menambah kepanikan. Jelas, ini adalah informasi yang tidak dibutuhkan saat melakukan tanggap darurat bencana dan sebaiknya diabaikan.
Informasi yang Tidak Dikonfirmasi
Informasi yang tidak dikonfirmasi dapat merusak daripada membantu. Misalnya, berita tentang jumlah korban yang belum diverifikasi bisa menimbulkan ketakutan dan kebingungan. Sebelum informasi seperti itu dibagikan atau digunakan dalam proses tanggap darurat, sangat penting untuk memverifikasinya.
Informasi Irasional dan Mitos
Informasi ilmiah dan rasional sangat penting dalam tanggap darurat. Namun, informasi irasional dan mitos bisa mudah menyebar dalam situasi krisis. Misalnya, mitos tentang bencana alam yang dianggap sebagai “hukuman Tuhan” atau teori konspirasi seputar penyebab bencana. Informasi ini tidak membantu dalam penanggulangan bencana dan sebaiknya diabaikan.
Merumuskan dan mengeksekusi rencana tanggap darurat yang efektif memerlukan pemahaman yang jelas tentang jenis informasi apa yang dibutuhkan dan apa yang tidak. Dengan mengetahui jenis informasi yang tidak perlu, kita dapat memfokuskan upaya dan sumber daya kita kepada apa yang benar-benar penting: menyelamatkan nyawa dan memulihkan komunitas.