Kita hidup dalam dunia pengalaman, baik sukacita, kesedihan, rasa sakit, rasa nikmat. Semua itu dapat kita kenali dan definisikan melalui indra kita. Dalam pengalaman ini, selalu ada satu hal yang membantu kita mengkomunikasikan pengalaman indrawi kita kepada orang lain: kata ataupun susunan kata. Bahasa merupakan media utama dalam menjembatani pengalaman indrawi ini.
Tahukah anda apa kata atau susunan kata yang sering kita pakai untuk mengungkapkan pengalaman indrawi tersebut?
Sensorial Language (Bahasa Sensorial): Kata atau Susunan Karata yang Mengungkapkan Pengalaman Indrawi
Bahasa sensorial, atau dalam istilah lain dikenal sebagai deskripsi sensorial adalah suatu bentuk bahasa atau susunan kata yang mengungkapkan pengalaman indrawi. Ini merujuk kepada jenis penggunaan bahasa yang melibatkan lima indra – penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan sentuhan – untuk mengekspresikan dan berkisah tentang pengalaman.
Banyaknya Penggunaan Bahasa Sensorial dalam Kehidupan Sehari-hari
Sehari-hari, kita mungkin berkomunikasi tentang bagaimana masakan seseorang memiliki ‘rasa yang lezat’, ‘bau yang menggugah selera’, atau kita bisa ‘merasakan kehangatan cinta’ dari seseorang. Semua ini adalah contoh penggunaan bahasa sensorial dalam sehari-hari.
Bagi penulis atau penyair, bahasa sensorial adalah sarana penting untuk melibatkan pembaca dalam cerita atau puisi. Pengunaan bahasa sensorial dalam tulisan dapat membantu pembaca untuk ‘melihat’, ‘mendengar’, ‘mencium’, ‘merasakan’, dan bahkan ‘menyentuh’ pengalaman yang sedang diceritakan.
Bahasa Sensorial Dalam Sastra
Dalam dunia sastra, bahasa sensorial dapat mewarnai tulisan dan memberikan kehidupan. Sebuah cerita atau puisi yang menggunakan bahasa sensorial dapat membawa pembaca ke dalam setting atau suasana dalam cerita tersebut. Misalnya, deskripsi “kue dengan rasa manis yang lembut ditambah dengan aroma vanila yang memenuhi ruangan” sangat mempengaruhi imajinasi pembaca dan membangkitkan pengalaman sensorial mereka.
Pentingnya Bahasa Sensorial
Bahasa sensorial juga mampu menjadi jembatan emosional dan psikologis antara penulis dan pembaca. Menyiratkan pengalaman indrawi dapat menciptakan hubungan yang lebih intim dan mendalam dengan pembaca, sehingga membuat tulisan atau cerita lebih berkesan dan berarti.
Itulah sebabnya, kita sebaiknya tidak meremehkan bahasa sensorial dalam kehidupan sehari-hari atau dalam penulisan kreatif. Dengan begitu, kita dapat mengungkapkan pengalaman indrawi dengan lebih efektif dan mendalam.