Kitab Sutasoma: Karya Agung Mpu Tantular di Era Kerajaan

Kitab Sutasoma, sebuah mahakarya yang dipahat dalam sejarah literatur Jawa tua, tercatat sebagai karya tulisan dari Mpu Tantular–seorang pujangga yang dihargai dan berpengaruh pada zaman kerajaan.

Siapa Mpu Tantular?

Mpu Tantular adalah penyair legendaris dari Jawa yang dikenal luas dengan karya-karya agungnya. Ia hidup dan berkarya pada era kerajaan, sekitar pada abad 14 M. Meski banyak perdebatan mengenai kerajaan mana yang menjadi tempat tinggal Mpu Tantular, umumnya para ahli sejarah setuju bahwa ia berasal dari Kerajaan Majapahit atau Kerajaan Singhasari.

Kitab Sutasoma

Kitab Sutasoma dianggap sebagai salah satu karya terpenting Mpu Tantular. Tulisan ini merupakan sebuah epos dalam bahasa Jawa Kuno yang berisi ajaran-ajaran filosofis dan moral. Epos ini mengisahkan perjalanan raja Sutasoma dalam pencariannya akan kebenaran spiritual. Kitab Sutasoma juga merupakan sumber dari doktrin “Bhinneka Tunggal Ika”, yang sekarang menjadi moto nasional Indonesia, artinya “Meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu.”

Konteks Sejarah

Menghidupkan kembali kompleksitas zaman kerajaan dari sudut pandang literatur adalah tugas monumental. Zaman kerajaan adalah periode sejarah yang bercirikan dengan kehidupan penuh kemewahan, kemajuan seni dan budaya yang merata, serta politik yang kompleks. Mpu Tantular, melalui karya tulisnya, berhasil mengekspresikan berbagai aspek kehidupan zaman kerajaan.

Sikap Mpu Tantular melalui Kitab Sutasoma menunjukkan betapa beliau berusaha menyebarluaskan toleransi antar kepercayaan dan keberagaman. Dalam era yang sangat diwarnai oleh perbedaan agama dan kepercayaan, pesan penting ini ditempatkan di jantung Pandangan hidup Mpu Tantular.

Kesimpulan

Menyelami Kitab Sutasoma merupakan sebuah perjalanan tak hanya sejarah dan literatur, tetapi juga memahami nilai-nilai dan norma yang dihargai pada zaman kerajaan. Mpu Tantular mewarisi pesan keberagaman dan toleransi dalam kitabnya, sebuah pesan yang sangat relevan dengan Indonesia yang beragam sekarang. Penulisan lama ini secara luar biasa telah mengukuhkan dirinya sebagai bagian vital dari budaya dan sejarah Indonesia.

Leave a Comment