Fokus kita kali ini akan berada pada topik “kuartil ketiga dari data yang disajikan dalam histogram berikut adalah”. Statistik deskriptif memang telah lama menjadi salah satu pokok pembahasan yang menarik dalam pembelajaran matematika dan statistika. Kali ini, kita akan membahas lebih mendalam mengenai kuartil ketiga, juga dikenal sebagai Q3, dan bagaimana cara menentukannya dari histogram.
Memahami Kuartil
Sebelum melangkah lebih jauh, penting untuk dipahami apa yang dimaksud dengan kuartil. Kuartil adalah nilai-nilai data yang membagi suatu rangkaian data menjadi empat bagian yang sama besar. Dengan kata lain, kuartil membagi data menjadi 25% – 25% – 25% – 25%.
Kuartil Ketiga (Q3)
Kuartil ketiga atau Q3 adalah nilai data yang menunjukkan batas atas dari 75% data. Secara singkat, Q3 menunjukkan di mana 75% data berada di bawahnya dan sisanya, 25%, berada di atasnya.
Cara Menentukan Q3 Dari Histogram
Histogram adalah representasi grafik dari frekuensi data dalam bentuk batang. Untuk menentukan Q3 dari data yang disajikan dalam histogram, beberapa langkah berikut dapat diikuti:
- Mulailah dengan menentukan frekuensi total data Anda. Frekuensi total adalah jumlah total dari semua nilai yang ada dalam histogram.
- Hitung 75% dari frekuensi total ini. Nilai ini akan membantu kita menemukan posisi Q3 dalam dataset.
- Tunjukkan posisi Q3 pada histogram. Mulai dari satu ujung histogram, tambahkan frekuensi setiap batang sampai mencapai atau melampaui nilai dari langkah kedua. Batang histogram tempat Anda berhenti adalah kisaran nilai di mana Q3 berada.
- Jika frekuensi yang ditambahkan tepat sama dengan 75% frekuensi total, maka Q3 adalah nilai terendah di batang histogram tersebut. Jika jumlahnya melebihi 75%, maka kita harus melakukan interpolasi untuk menentukan posisi tepat Q3 pada batang histogram tersebut.
Dalam prakteknya, pemahaman tentang bagaimana menentukan kuartil ketiga dari data yang disajikan dalam histogram sangat bermanfaat, dan bukan hanya dalam bidang pendidikan. Bisa juga digunakan dalam berbagai bidang profesional, mulai dari penelitian sampai bisnis, dan lain sebagainya. Itulah sebabnya, menguasai keterampilan ini pasti akan memberikan nilai tambah bagi siapa saja.