Sebuah pandangan yang menarik untuk diperiksa dalam studi politik Indonesia adalah bagaimana Golkar, partai politik yang lahir pada masa Orde Baru, seiring waktu berubah menjadi mesin politik yang dominan. Di bawah kekuasaan Presiden Soeharto, kebijakan-kebijakan tertentu telah diambil oleh pemerintah untuk menjadikan Golkar sebagai kekuatan politik yang mengontrol Indonesia. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai langkah yang diambil oleh pemerintah untuk menjadikan Golkar sebagai mesin politik di era Orde Baru.
Membangun Basis Massa yang Luas
Salah satu langkah utama yang diambil oleh pemerintah adalah membangun basis massa yang luas dan mencakup banyak lapisan masyarakat. Implementasinya dilakukan melalui penyatuan berbagai organisasi sosial dan politik di bawah bendera Golkar yang secara signifikan mengakar di berbagai lapisan masyarakat.
Penyederhanaan Sistem Partai Politik
Pada masa pendemokrasian Indonesia, pemerintah Soeharto merancang undang-undang politik yang menetapkan Golkar sebagai salah satu dari tiga partai politik yang diizinkan beroperasi di Indonesia. Pembatasan ini membantu Golkar memantapkan posisinya sebagai mesin politik karena mengurangi pesaing dan memperkuat dominasi mereka di lingkungan politik.
Kompetisi Pemilihan yang Tidak Adil
Pemilihan umum dianggap sebagai salah satu faktor utama yang membuat Golkar berkuasa selama masa Orde Baru. Beberapa aktor politik dan ahli sejarah melaporkan bahwa pemilu tidak dilaksanakan dengan cara yang seimbang dan adil. Pemerintah sering kali menggunakan berbagai cara untuk memastikan kemenangan Golkar, termasuk intimidasi pemilih, manipulasi suara, dan penggunaan sumber daya negara untuk kampanye.
Kontrol Media
Kontrol atas media adalah alat penting yang digunakan oleh pemerintah Orde Baru untuk mempengaruhi persepsi masyarakat dan mempertahankan dukungan untuk Golkar. Dengan memiliki kontrol atas apa yang dilaporkan oleh media, pemerintah bisa membentuk narasi yang menguntungkan Golkar dan mempengaruhi opini publik.
Penggunaan Aparat Negara
Pemerintah Orde Baru menggunakan aparatur negara untuk membantu menjaga posisi Golkar sebagai mesin politik. Penyebaran patronase politik, dari level pemerintahan pusat hingga daerah, membantu mempengaruhi hasil pemilu dan menjaga kekuatan Golkar.
Masing-masing langkah ini mendorong Golkar menjadi kekuatan utama dalam politik Indonesia selama masa Orde Baru. Kemudian, ini mempengaruhi bentuk dan karakter demokrasi Indonesia saat ini. Bagaimanapun juga, studi tentang Golkar dan perannya dalam politik Orde Baru penting untuk membantu kita memahami sejarah politik dan demokrasi Indonesia.