Langkah yang Dilakukan Pemerintah Tiongkok untuk Menekan Angka Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk yang pesat merupakan masalah yang dihadapi oleh banyak negara, termasuk Tiongkok. Sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar di dunia, Tiongkok menghadapi tantangan besar dalam mengendalikan angka pertumbuhan penduduknya. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa langkah yang diambil pemerintah Tiongkok untuk menekan angka pertumbuhan penduduk.

Kebijakan Satu Anak

Salah satu langkah paling terkenal yang diambil pemerintah Tiongkok adalah kebijakan satu anak. Kebijakan ini diberlakukan pada tahun 1979 dengan tujuan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk yang berkembang pesat pada saat itu. Melalui kebijakan ini, pasangan suami istri dilarang untuk memiliki lebih dari satu anak dan mereka yang melanggar aturan ini akan dikenakan denda.

Kebijakan ini tampaknya berhasil menurunkan angka pertumbuhan penduduk. Menurut data statistik, tingkat kelahiran di Tiongkok turun dari 2.63 anak per wanita pada tahun 1980 menjadi 1.57 anak per wanita pada tahun 1995. Namun, kebijakan satu anak juga menimbulkan beberapa masalah sosial, seperti peningkatan jumlah aborsi, kelahiran anak perempuan yang lebih sedikit daripada anak laki-laki, dan penuaan populasi.

Kebijakan Dua Anak

Melihat dampak negatif dari kebijakan satu anak, pemerintah Tiongkok kemudian melonggarkan aturannya dengan mengubah kebijakan menjadi kebijakan dua anak pada tahun 2015. Melalui kebijakan ini, pasangan suami istri diizinkan untuk memiliki dua anak. Kebijakan ini diharapkan dapat menyeimbangkan rasio jenis kelamin dan juga mengurangi tekanan di sektor ketenagakerjaan seiring dengan penuaan populasi.

Program Keluarga Berencana

Selain kebijakan jumlah anak, pemerintah Tiongkok juga menggalakkan program keluarga berencana. Program ini meliputi penyuluhan keluarga berencana serta pembaruan informasi mengenai kontrasepsi dan teknologi keluarga sehat untuk masyarakat. Tujuannya adalah untuk mengedukasi pasangan agar mampu mengatur jumlah anak yang diinginkan sesuai dengan keuangan dan kondisi keluarga.

Pemberdayaan Perempuan

Pemerintah Tiongkok juga fokus pada pemberdayaan perempuan sebagai strategi untuk menekan pertumbuhan penduduk. Melalui program pendidikan dan pelatihan, serta kesempatan kerja yang lebih baik, perempuan di Tiongkok diharapkan memiliki kesadaran yang lebih tinggi tentang hak-hak mereka, termasuk hak atas kesehatan reproduksi dan keputusan dalam keluarga. Pendidikan terhadap perempuan juga diharapkan dapat mengurangi jumlah perkawinan dini, yang seringkali menjadi penyebab tingginya angka kelahiran.

Kesimpulan

Tiongkok telah mengambil sejumlah langkah untuk mengendalikan pertumbuhan penduduknya, mulai dari kebijakan jumlah anak hingga pemberdayaan perempuan. Meskipun langkah-langkah ini telah membawa hasil yang signifikan, masih ada tantangan yang harus dihadapi pemerintah Tiongkok untuk menciptakan pertumbuhan penduduk yang sehat dan berkelanjutan.

Leave a Comment