Sejarah nusantara sangat luas dan tak jarang mencakup perlawanan antara kerajaan-kerajaan lokal melawan penjajah asing. Salah satu contoh khas adalah Konflik antara Kesultanan Demak dengan penjajah Portugis yang menjadi subjek fokus kita kali ini.
Latar Belakang Perlawanan
Pada abad ke-15 hingga awal abad ke-16, Kesultanan Demak tumbuh dan berkembang pesat di Jawa Tengah. Membangun reputasi sebagai pusat perdagangan dan penyebaran agama Islam, Demak telah mendapatkan pengaruh yang signifikan di wilayah tersebut.
Portugis, di sisi lain, mulai melakukan penjelajahan dan penaklukan maritim mereka pada periode yang sama. Mereka berusaha memperluas kekuasaan mereka di Asia, termasuk nusantara, dengan tujuan memonopoli jalur perdagangan rempah-rempah yang sangat menguntungkan.
Penajajahan Portugis
Portugis tiba di Malaka pada tahun 1509 dan berhasil menaklukkan kota tersebut pada tahun 1511, yang pada waktu itu merupakan pusat perdagangan internasional yang penting. Dengan jatuhnya Malaka ke tangan Portugis, mereka berusaha memperluas kekuasaan mereka di nusantara, termasuk area yang berada di bawah pengaruh Demak.
Perlawanan Demak
Perlawanan Demak terhadap Portugis didorong oleh beberapa faktor penting. Yang pertama dan paling signifikan adalah upaya Portugis untuk mengendalikan jalur perdagangan rempah-rempah. Selain itu, adanya perbedaan agama juga menjadikan konflik ini lebih kompleks. Portugis yang menganut agama Kristen mulai mempengaruhi pemerintahan dan kehidupan sosial budaya lokal, hal ini jelas mengancam penyebaran dan pengaruh Islam yang sedang berkembang di nusantara yang dipelopori oleh Kesultanan Demak.
Disamping itu, upaya Portugis dalam mengkolonisasi dan mengeksploitasi sumber daya alam juga memicu kemarahan dan antipati dari kerajaan-kerajaan lokal, termasuk Demak. Konflik ini akhirnya memuncak dan menyebabkan serangkaian perang dan pertempuran, termasuk upaya Demak untuk membebaskan Malaka dari Portugis.
Kesimpulan
Latar belakang perlawanan Demak terhadap Portugis adalah kombinasi dari ekonomi, agama, dan keinginan untuk mempertahankan kedaulatan dan kekayaan alam mereka. Meski Demak tidak sepenuhnya berhasil dalam perlawanan mereka, perjuangan mereka tetap merupakan bukti dari pemberontakan terhadap imperialisme asing dan pengeksploitasian sumber daya alam nusantara. Ini memberi kita wawasan berharga tentang sejarah nusantara, perlawanan yang terjadi, dan apa artinya bagi negara-negara saat ini.