Menilik Kembali Penemuan Penting dalam Sejarah Ilmu Kimia
Pendahuluan
Pada tahun 1825, Hans Christian Oersted, seorang ilmuwan dan fisikawan terkenal asal Denmark, menemukan salah satu logam yang hingga kini telah menjadi bagian penting dalam berbagai aspek kehidupan modern. Penemuan ini membawa dampak signifikan pada perkembangan ilmu kimia dan industrialisasi dunia. Dalam tulisan ini, kita akan mengungkap logam apa yang ditemukan oleh Hans Christian Oersted pada tahun 1825 serta memahami kegunaan logam tersebut hingga saat ini.
Siapa Hans Christian Oersted?
Hans Christian Oersted (1777-1851) adalah seorang ilmuwan,fisikawan, dan ahli kimia yang berasal dari Denmark. Ia lahir pada tanggal 14 Agustus 1777 di Rudkøbing, Denmark. Oersted terkenal karena kontribusinya dalam mengidentifikasi hukum-hukum elektromagnetisme dan menggabungkan konsep listrik dan magnet pada awal abad ke-19. Selain itu, Oersted juga dikenal sebagai pendiri Universitas Teknik Denmark pada tahun 1829.
Logam yang Ditemukan oleh Hans Christian Oersted
Pada tahun 1825, Hans Christian Oersted berhasil menemukan logam aluminium. Saat itu Oersted berhasil memisahkan aluminium dalam bentuk murni dari asam aluminat. Penemuan aluminium ini menjadi tonggak penting dalam sejarah ilmu kimia, karena logam ini mencatat sejarah sebagai logam ketiga yang berhasil diisolasi, setelah logam natrium dan kalium. Selain itu, aluminium juga merupakan logam yang paling melimpah di kerak bumi, setelah logam silikon dan oksigen.
Kegunaan Logam Aluminium
Aluminium, sebagai logam yang ringan dan tahan terhadap korosi, menawarkan berbagai kegunaan di berbagai bidang industri dan teknologi. Beberapa kegunaan logam aluminium antara lain:
1. Industri Otomotif
Aluminium digunakan secara luas dalam pembuatan mobil, pesawat, kapal, dan kereta api, karena kekuatan dan beratnya yang ringan memungkinkan peningkatan efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi gas rumah kaca.
2. Kemasan dan Penyimpanan Makanan
Aluminium juga digunakan sebagai bahan untuk pembuatan kemasan makanan, seperti foil, kaleng, dan wadah, karena kemampuannya yang tahan kepada korosi sehingga dapat menjaga kesegaran makanan.
3. Komponen Elektronik
Aluminium banyak digunakan dalam komponen elektronik seperti heat sink, rangka perangkat, dan casing, karena sifatnya yang ringan dan konduktifitas termal yang baik.
4. Konstruksi Bangunan
Dalam bidang konstruksi, aluminium digunakan untuk membuat jendela, pintu, dan panel bangunan karena tingkat kekuatan dan ketahanannya terhadap korosi yang tinggi, serta kemampuan insulasi termal dan akustik yang baik.
5. Industri Energi
Aluminium digunakan dalam produksi kabel transmisi listrik dan komponen turbin angin, karena sifatnya yang ringan dan konduktivitas listrik yang baik.
Kesimpulan
Hans Christian Oersted, seorang ilmuwan dari Denmark, berhasil menemukan logam aluminium pada tahun 1825, yang kemudian menjadi salah satu logam paling penting dalam dunia industri. Kegunaan logam aluminium di berbagai bidang, seperti otomotif, kemasan makanan, elektronik, konstruksi, dan energi, membuktikan bahwa penemuan Oersted ini membawa dampak yang luar biasa bagi perkembangan ilmu kimia dan teknologi dunia.