Maka Barangsiapa yang Berusaha Memelihara Dirinya: Hadis yang Sesuai Adalah

Mempelajari dan memahami ajaran-ajaran Islam yang mulia merupakan tanggung jawab setiap muslim untuk menerapkan prinsip-prinsip agama dalam kehidupan sehari-hari. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai hadis yang sesuai untuk memelihara diri, sesuai dengan kata kunci “maka barangsiapa yang berusaha memelihara dirinya hadis yang sesuai adalah”.

Hadis merupakan sumber kedua dalam ajaran Islam setelah Al-Quran. Hadis merujuk pada ucapan, perbuatan, serta persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang menjadi pedoman dan contoh dalam menjalani kehidupan sebagai umat Muslim. Dalam menjaga dan memelihara diri, terdapat beberapa hadis yang relevan untuk kita renungkan dan amalkan.

Hadis Pertama: Melindungi Lidah

Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Sesungguhnya, seseorang berbicara dengan kalimat yang tidak ia sadari, ia jatuh ke dalam api neraka karena kalimat itu lebih jauh dari jarak antara timur dan barat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini mengingatkan kita untuk selalu menjaga ucapan dan hati-hati dalam berbicara. Dalam berupaya memelihara diri, kita perlu menjauhkan diri dari perkataan yang akan menjerumuskan kita dalam dosa. Terlebih, saat kita tidak menyadari dampak buruknya.

Hadis Kedua: Menjaga Pandangan

Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Pandangan adalah panah beracun dari panah setan. Barangsiapa yang menahan pandangannya dari (melihat yang haram) karena takut kepada Allah, niscaya Allah memberikan kepadanya sesuatu yang membuatnya merasakan manisnya iman.” (HR. Ahmad)

Mempertahankan diri dari pandangan yang tidak pantas akan membantu kita menjaga kesucian hati dan jiwa, sehingga mengalir ke manisnya iman dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai umat Muslim, kita diharapkan untuk mengekalkan pandangan kita hanya pada yang halal dan menjauh dari yang haram.

Hadis Ketiga: Menjaga Diri Dari Fitnah Dunia

Dari Anas bin Malik, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barangsiapa yang ingin dihindarkan dari fitnah dunia dan diangkat derajatnya di akhirat, hendaklah ia senantiasa menjaga dirinya dari perbuatan maksiat, dan mencari ridha Allah SWT.” (HR. Tirmidzi)

Kunci kebahagiaan dalam dunia dan akhirat adalah menjaga diri dari perbuatan maksiat dan selalu berusaha mencari ridha Allah. Hadis ini mengajarkan kita untuk selalu berusaha menjauhi segala bentuk fitnah dunia dan fokus pada ibadah kepada Allah SWT.

Dalam ringkasannya, sebagai umat Muslim, kita harus berusaha memelihara diri dari dosa dan perbuatan yang tidak baik. Hal ini dapat dipetik dari hadis-hadis di atas tentang menjaga lidah, menjaga pandangan, dan menjauhkan diri dari fitnah dunia. Semoga kita semakin istiqamah dalam menjaga diri dan meningkatkan keimanan serta takwa kepada Allah SWT.

Leave a Comment