Mangga merupakan salah satu buah tropis yang banyak digemari. Tidak hanya rasanya yang manis dan segar, mangga juga memiliki banyak varietas dengan keunikan masing-masing. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang mangga manis berbuah besar dengan genotype mmbb serta gamet yang dihasilkan oleh genotip ini.
Genotype Mangga Manis Berbuah Besar (MmBb)
Mangga manis berbuah besar memiliki genotype MmBb, yang merupakan representasi dari karakteristik genetiknya. Konsep genetika ini ditemukan oleh seorang ilmuwan Austria, Gregor Mendel, yang dikenal sebagai Bapak Genetika. Dalam genotype MmBb, setiap huruf memiliki arti sebagai berikut:
- M dan m: menggambarkan gen yang berhubungan dengan rasa manisnya mangga.
- B dan b: menggambarkan gen yang berhubungan dengan ukuran buah yang besar.
Di sini, huruf kapital (M dan B) merepresentasikan alel dominan, yaitu alel yang akan mengekspresikan sifatnya jika ada dalam genotip. Sementara itu, huruf kecil (m dan b) merepresentasikan alel resesif, yang baru akan mengekspresikan sifatnya jika memiliki pasangan alel yang sama.
Oleh karena itu, mangga dengan genotype MmBb akan memiliki rasa manis dan buah yang besar. Hal ini disebabkan oleh adanya kombinasi alel yang dominan (M dan B) dalam genotipnya.
Gamet yang Dihasilkan oleh Genotip MmBb
Dalam proses reproduksi seksual, organisme yang memperlihatkan sifat genetik mangga manis berbuah besar (MmBb) akan menghasilkan gamet sebagai sel reproduksi. Gamet ini akan membawa satu alel dari setiap pasangan, yang akan menyatukan kembali pada proses pembuahan dan menciptakan individu baru.
Mangga dengan genotype MmBb akan menghasilkan empat kemungkinan gamet berdasarkan alel yang ada, yang dikenal sebagai kombinasi gamet:
- MB: gamet ini memiliki alel dominan untuk rasa manis (M) dan alel dominan untuk ukuran buah besar (B). Individu yang dihasilkan dari penggabungan gamet ini akan menjadi mangga manis berbuah besar.
- Mb: gamet ini memiliki alel dominan untuk rasa manis (M) dan alel resesif untuk ukuran buah (b). Individu yang dihasilkan dari penggabungan gamet ini akan menjadi mangga manis berbuah kecil.
- mB: gamet ini memiliki alel resesif untuk rasa (m) dan alel dominan untuk ukuran buah besar (B). Individu yang dihasilkan dari penggabungan gamet ini akan menjadi mangga tidak manis berbuah besar.
- mb: gamet ini memiliki alel resesif untuk rasa (m) dan alel resesif untuk ukuran buah (b). Individu yang dihasilkan dari penggabungan gamet ini akan menjadi mangga tidak manis berbuah kecil.
Maka, gamet yang dihasilkan oleh genotip MmBb ini sangat penting dalam menentukan karakteristik keturunan mangga yang dibudidayakan.
Kesimpulan
Mangga manis berbuah besar dengan genotype MmBb merupakan hasil dari kombinasi alel dominan (M dan B) dan resesif (m dan b). Dalam perkembangbiakannya, mangga ini akan menghasilkan empat kemungkinan gamet (MB, Mb, mB, mb) yang akan berpengaruh pada karakteristik generasi berikutnya. Dengan pemahaman tentang genetika dan gamet ini, kita dapat menghasilkan berbagai varietas mangga yang unik dan memiliki sifat yang diinginkan.