Melangkah mundur dalam waktu dan mempelajari sejarah Indonesia, kita menemukan sebuah periode penting yang membentuk masyarakat dan budaya kita sekarang, yakni era perundagian. Masyarakat Indonesia pada masa perundagian telah mengenal aturan pembagian kerja. Secara umum, aturan-aturan ini diatur berdasarkan gender, umur, dan status sosial. Namun, penting untuk ditekankan bahwa pemahaman kita tentang periode ini sebagian besar berasal dari catatan sejarah dan interpretasi yang mungkin mempunyai bias tertentu.
Memahami Konteks Waktu: Era Perundagian
Era perundagian di Indonesia umumnya merujuk pada periode sebelum kedatangan penjajah Barat, ketika masyarakat masih hidup dalam struktur hukum dan sosial yang berakar kuat dalam adat istiadat setempat. Selama periode ini, aturan pembagian kerja telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari.
Aturan Pembagian Kerja: Sebuah Necessitas
Aturan pembagian kerja pada masa perundagian di Indonesia bukan hanya merupakan bagian dari struktur budaya dan masyarakat, tetapi juga merupakan necessitas. Struktur masyarakat yang terdiri dari kasta atau golongan tertentu mewajibkan adanya pembagian tugas dan pekerjaan berdasarkan status sosial, jenis kelamin, dan usia.
Kerja keras dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti bercocok tanam, berburu, dan membangun pemukiman menjadi bagian dari tugas laki-laki. Sementara wanita, meski juga membantu dalam pekerjaan bertani, lebih banyak menghabiskan waktu mereka untuk mengurus rumah tangga dan mengasuh anak-anak. Anak-anak juga memiliki peranannya sendiri dalam struktur kerja ini, biasanya membantu orang tua mereka dalam tugas sehari-hari.
Kesimpulan: Pembagian Kerja Sebagai Cermin Masyarakat
Masyarakat Indonesia pada masa perundagian telah mengenal aturan pembagian kerja karena merasa bahwa ini adalah cara terbaik untuk bertahan dan berkembang. Meski aturan ini dapat tampak kuno dan kaku bagi kita di era modern, namun ini adalah cermin dari masyarakat yang efisien, menghargai kehidupan, dan memahami keterbatasan serta kekuatan mereka dalam dunia yang belum sepenuhnya dipahami.
Pembelajaran dari pembagian kerja pada masa perundagian sejatinya dapat diaplikasikan dalam masyarakat modern. Khususnya dalam hal memahami bahwa setiap individu memiliki peran dan fungsi masing-masing dalam komunitas mereka dan kerja sama adalah kunci untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama.