Indonesia adalah negara yang terkenal akan keberagaman dan keanekaragaman kultur, ras, agama, dan suku bangsanya. Agama menjadi elemen pembeda yang langsung pada pandangan pertama tampak berbeda. Namun, di sini, kita mampu menjembatani perbedaan tersebut dengan sikap toleransi. Sebuah filosofi yang berasal dari Bali, Tri Hita Karana, dapat menjadi acuan penting dalam usaha tersebut. Tri Hita Karana yang berarti “tiga penyebab kesejahteraan” mencakup hubungan harmoni antara manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan, dan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Menunjukkan Toleransi Melalui Tri Hita Karana
Tri Hita Karana bukan hanya menjadi filosofi hidup orang Bali, tetapi juga menjadi filosofi yang diajarkan dan dipraktekkan di seluruh negeri ini. Salah satu komponen terpenting dalam Tri Hita Karana adalah hubungan harmonis antara manusia dengan manusia. Aspek ini menyiratkan pentingnya toleransi, termasuk toleransi antar agama.
Praktik toleransi tidak hanya terbatas pada pemahaman dan penerimaan perbedaan, tetapi juga melibatkan kehormatan, penghargaan, dan penghormatan terhadap keyakinan dan praktek agama lain. Hal ini melibatkan sikap yang mendukung kebebasan agama dan keyakinan, serta menunjukkan penghargaan kepada orang lain dalam melaksanakan ajaran dan ritual mereka.
Sikap Toleransi dalam Ajaran Tri Hita Karana: Contoh Nyata
Misalnya, kita sering melihat bagaimana umat Hindu di Bali menunjukkan sikap toleransi kepada umat agama lain. Dalam banyak upacara adat dan ritual keagamaan, umat Hindu sering memasukkan unsur dari agama lain. Mereka mengizinkan umat agama lain untuk hadir dan berpartisipasi dalam upacara-upacara tersebut, bahkan saat berlangsung adanya ritual penting di pura.
Selain itu, sikap toleransi ini juga tampak dari bagaimana umat Hindu memberikan ruang bagi umat agama lain untuk membangun tempat ibadah mereka. Meski mayoritas penduduk Bali beragama Hindu, kita tetap dapat menemukan gereja, masjid, dan rumah ibadah dari agama lain yang berdiri tegak di pulau ini.
Bali dengan ajaran Tri Hita Karana-nya adalah contoh luar biasa bahwa sikap toleransi tidak hanya adalah kata-kata kosong, tetapi juga aksi nyata yang dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip Tri Hita Karana, kita semua bisa berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih toleran dan harmonis.
Penutup
Keragaman adalah kenyataan dalam hidup kita, dan toleransi adalah kunci untuk menjembatani keragaman tersebut. Tri Hita Karana memberikan contoh bagaimana kita harus menjaga hubungan yang baik dengan sesama manusia dan menunjukkan sikap toleransi. Sebagai sebuah negara dengan keberagaman agama, kita semua perlu mempelajari dan mempraktekkan sikap toleransi seperti yang diajarkan dalam filosofi Tri Hita Karana.