Saat bangun tidur di pagi hari, ada dua pilihan yang biasa menanti: memutar badan dan melanjutkan tidur atau bangkit dari tempat tidur dan mengawali hari. Ketika memilih untuk bangun pagi dan memulai seri lari pagi, itulah kekuatan motivasi internal bekerja. Bagi saya, jogging di pagi hari lebih dari sekedar olahraga fisik, tetapi juga menjadi olahraga mental dan jiwa.
Begitu kaki pertama dilangkahkan, denyut nadi meningkat dan detak jantung mulai berdegup kencang, inilah saat dimana tubuh mulai beradaptasi dengan perubahan yang sedang terjadi: terbangun dari tidur yang nyenyak menjadi bangkit dan bergerak. Tidak mudah, memang. Ada resistensi, baik secara fisik maupun emosional. Namun, disepanjang jalan, rasa resistensi itu perlahan mulai terkikis oleh semangat dan hasrat untuk maju.
Namun, apa sebenarnya yang mendorong saya untuk bangun pagi dan berjogging? Yakinlah, bukan alarm yang berbunyi keras di samping tempat tidur. Bukan juga sepatu lari yang menanti di sudut ruangan. Motivasi itu berasal dari dalam diri, dari keinginan untuk merasa baik, sehat, dan siap mengejar semua tujuan yang telah saya canangkan. Itulah motivasi internal: kekuatan yang berasal dari dalam diri sendiri dan bukan dipengaruhi oleh pihak luar.
Mendengar Isyarat Tubuh
Bagian terpenting menjalani jogging sebagai kegiatan rutin adalah mendengarkan isyarat dari tubuh sendiri. Kita seringkali terlalu fokus pada tujuan dan melupakan cara kita mencapai tujuan tersebut. Disini, kecepatan bukan menjadi hal utama, tetapi konsistensi. Meningkatnya kebugaran fisik adalah bonus, tetapi ketika saya berhasil bangun di pagi hari dan merasa lebih baik, lebih sehat, dan lebih tenang sepanjang hari, inilah yang menjadi motivasi utama.
Perjalanan Menemukan Motivasi Internal
Mungkin ada pertanyaan, bagaimana mencari dan menemukan motivasi internal ini? Setiap orang memiliki jalannya sendiri. Namun yang penting adalah memahami diri sendiri dan mengetahui apa yang menjadi pendorong Anda. Dalam hal ini, inilah ungkapan “dengerin hati” bisa sangat relevan.
Untuk saya, latihan jogging adalah proses, dimana saya bisa mencari tahu tentang diri sendiri, mulai dari batas toleransi tubuh saya, hingga apa yang membuat saya merasa bahagia, atau motivasi saya. Saat saya mengetahui apa yang membuat saya bergerak, saya bisa membuat keputusan yang sehat dan berkelanjutan bagi hidup saya.
Kesimpulan
Kuncinya adalah menemukan apa yang membuat kita merasa ‘hidup’, apa yang membuat kita merasa seolah-olah kita sedang mengisi ulang, rejuvenasi. Ketika kita menemukan hal tersebut, motivasi internal akan muncul dengan sendirinya.
Jogging bagi saya, bukan hanya olahraga, tetapi juga cara saya mengeksplorasi dan memahami diri sendiri lebih dalam. Lebih dari itu, ini adalah cara saya memanfaatkan dan melejitkan motivasi internal yang saya punya. Jadi, motivasi internal adalah tentang menemukan apa yang benar-benar mencerminkan diri kita, apa yang bisa membuat kita merasa senang dan menyenangkan hari kita.