Elektrolisis merupakan proses kimia yang digunakan untuk memecah suatu senyawa menjadi unsur-unsurnya dengan menggunakan tekanan listrik, seperti yang terjadi dalam larutan. Salah satu kelas senyawa yang sering dikenai elektrolisis adalah senyawa ionik, seperti garam. Alih-alih mendapatkan hasil berupa logam murni pada elektrolisis larutan garam logam alkali, hasil yang didapat justru berbeda. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa pada elektrolisis larutan garam logam alkali, tidak dihasilkan logamnya.
Logam Alkali dan Sifat-sifatnya
Logam alkali merupakan unsur yang menduduki golongan IA pada tabel periodik. Beberapa contoh logam alkali adalah lithium (Li), natrium (Na), dan kalium (K). Logam alkali memiliki beberapa sifat umum seperti reaktivitas yang tinggi, keelektronegatifan yang rendah, dan tingkat oksidasi maksimum +1.
Sifat-sifat ini menyebabkan logam alkali mudah teroksidasi dan sangat reaktif dengan air. Reaksi logam alkali dengan air menghasilkan gas hidrogen dan hidroksida alkali, sehingga mereka biasanya disimpan dalam minyak penutup untuk melindungi dari kelembaban udara.
Elektrolisis Larutan Garam Logam Alkali
Pada elektrolisis larutan garam logam alkali, anoda dan katoda dalam sel elektrolisis akan mengalami reaksi reduksi dan oksidasi. Proses elektrolisis biasanya dilakukan untuk menghasilkan logam murni dari larutan. Namun, pada elektrolisis larutan garam logam alkali, hasil yang didapatkan justru berbeda.
Alasan Logam Alkali Tidak Terbentuk Melalui Elektrolisis Larutan Garamnya
Ada beberapa alasan mengapa logam alkali tidak terbentuk melalui elektrolisis larutan garamnya:
- Energi penghancuran ikatan: Energi yang dibutuhkan untuk menghancurkan ikatan dalam garam logam alkali lebih tinggi dibandingkan energi yang dibutuhkan untuk mengurangi molekul air yang ada dalam larutan.
- Pemilihan reagensia reduksi: Dalam larutan elektrolisis, air lebih mudah bereaksi sebagai reagensia reduksi. Oleh karena itu, anion dalam larutan akan lebih mudah bereaksi dengan molekul air daripada menghasilkan logam alkali.
- Potensial standar: Logam alkali memiliki potensial reduksi standar yang lebih negatif dibandingkan dengan hidrogen. Ini berarti logam alkali lebih mudah teroksidasi, dan reaksi reduction hidrogen akan lebih dominan dalam elektrolisis larutan garam logam alkali.
- Reaktivitas logam alkali dengan air: Bahkan jika kita berhasil menghasilkan logam alkali dari elektrolisis, ia akan langsung bereaksi dengan air. Oleh karena itu, logam alkali tidak dapat diperoleh dalam bentuk murni melalui elektrolisis larutan garamnya.
Kesimpulan
Pada elektrolisis larutan garam logam alkali, tidak dihasilkan logamnya karena empat faktor utama: energi penghancuran ikatan, pemilihan reagensia reduksi, potensial standar, dan reaktivitas logam alkali dengan air. Dalam praktiknya, metode yang lebih baik untuk mendapatkan logam alkali adalah melalui metode Down, di mana logam alkali diekstrak dari garam menggunakan elektrolisis berbasis lelehan.