Berjalan-jalan melalui lorong-lorong kuliner atau berada di suatu pesta yang menyajikan beragam hidangan lezat tentu bisa membuat siapa saja tergoda untuk terus makan. Tetapi, pernahkah Anda merasa sulit untuk bernapas setelah makan sampai kenyang? Jika iya, maka Anda tidak sendirian. Fenomena ini cukup umum terjadi dan memiliki penjelasan ilmiah.
Apa Yang Terjadi Dalam Tubuh?
Ketika kita makan terlalu banyak, perut kita bisa membesar karena terisi penuh oleh makanan. Perut manusia normal dapat menampung sekitar 1 sampai 2 liter makanan dan minuman. Namun, jika kita terus makan melebihi batas tersebut, maka perut akan melakukan ekspansi untuk menampung makanan tambahan. Ekspansi perut ini tentunya memerlukan ruang lebih dalam tubuh, dan inilah yang mulai mempengaruhi proses pernapasan kita.
Diafragma, otot yang memisahkan rongga dada dan perut, berperan penting dalam proses pernapasan. Diafragma bergerak ke bawah saat kita menghirup udara dan bergerak ke atas saat kita menghembuskan udara. Ketika perut mengembang akibat terlalu kenyang, diafragma akan terdorong ke atas yang mengakibatkan ruang untuk paru-paru menjadi lebih sempit. Akibatnya, kita menjadi sulit bernapas atau merasa sesak napas.
Faktor-Faktor Lain
Selain dari proses fisik di dalam tubuh, makan berlebihan juga bisa mempengaruhi sistem pencernaan dan metabolisme tubuh kita. Makanan yang berlemak dan berat bisa menyebabkan terjadinya asam lambung naik atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) yang juga bisa memicu sesak napas.
Hal lain yang juga dapat menjadi penyebab adalah jenis makanan yang dikonsumsi. Makanan tinggi karbohidrat atau gas, seperti kubis dan kentang, dapat memperburuk kondisi ini karena mampu memproduksi gas ekstra di dalam sistem pencernaan.
Solusi Agar Tidak Terjadi Sesak Napas Setelah Makan
Mengetahui bahwa makan terlalu kenyang bisa menyebabkan sesak napas, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menghindari kondisi ini, di antaranya:
- Makan dalam porsi lebih kecil dan makan lebih sering. Ini akan membantu perut kita mencerna makanan lebih baik dan mengurangi risiko perut menjadi terlalu penuh.
- Menghindari makanan yang dapat memicu asam lambung, seperti makanan pedas, berlemak, dan berkafein.
- Segera berdiri dan berjalan-jalan setelah makan untuk membantu pencernaan dan mencegah kembung.
Untuk mengakhiri, fenomena sulit bernapas setelah makan secara berlebihan memang umum terjadi. Namun, jika sesak napas ini terjadi terus menerus atau disertai dengan gejala lain seperti nyeri dada, segeralah mencari bantuan medis. Lima menit kelezatan makanan bukanlah tukarannya bagi kesehatan jangka panjang kita.