Penekanan pada pengembangan budaya ilmu dan karakter merupakan tujuan utama dalam proses pendidikan. Dalam konteks ini, kurikulum menjadi alat penting yang merancang langkah-langkah dalam proses pendidikan tersebut. Namun, apa yang sering kali terlewatkan adalah peran dan pentingnya kurikulum tersembunyi dalam pembentukan karakter siswa.
Apa Itu Kurikulum Tersembunyi?
Kurikulum tersembunyi, atau juga dikenal sebagai ‘hidden curriculum’, adalah sejumlah pengetahuan, nilai dan sikap yang diperoleh siswa secara tidak langsung melalui interaksi dan pengalaman mereka di sekolah, yang tidak secara eksplisit tercantum dalam kurikulum formal.
Kurikulum tersembunyi mencakup norma-norma, nilai-nilai, dan harapan-harapan yang ditransfer ke siswa melalui struktur, suatu sistem dan lingkungan sekolah. Misalnya, siswa belajar untuk menghargai perbedaan melalui interaksi dengan teman-teman dari berbagai latar belakang, atau belajar tentang kerja keras dan disiplin melalui kegiatan ekstra kurikulum.
Pentingnya Kurikulum Tersembunyi dalam Pembentukan Karakter Siswa
Pembentukan karakter siswa tidak saja terjadi melalui pembelajaran formal dalam kelas, tetapi juga dalam berbagai aktifitas dan interaksi di sekolah. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa siswa mengembangkan perasaan dan sikap penting, seperti empati, toleransi, dan rasa tanggungjawab, melalui pengalaman dan interaksi di luar kelas yang merupakan bagian dari kurikulum tersembunyi.
Inilah beberapa alasan mengapa kurikulum tersembunyi penting dalam pembentukan karakter siswa:
- Membentuk Nilai dan Norma: Kurikulum tersembunyi mempengaruhi bentuk interaksi dan pengalaman sekolah yang dapat menanamkan nilai-nilai tertentu kepada siswa. Misalnya, melalui interaksi sosial, siswa belajar tentang norma-norma dan etika bersosialisasi.
- Mengembangkan Ketrampilan Sosial: Melalui aktivitas ekstrakurikuler dan interaksi sosial di sekolah, siswa mengembangkan keterampilan sosial yang penting untuk hidup di masyarakat.
- Membentuk Karakter: Siswa belajar banyak tentang tanggung jawab, kerja sama, dan integritas melalui partisipasi aktivitas non-akademik di sekolah.
- Mendukung Pembelajaran Formal: Kurikulum tersembunyi seringkali melengkapi materi yang diajarkan secara formal dalam kelas, dan membantu memperkuat konsep dan ide yang diperoleh siswa.
Dalam konteks ini, peran sekolah, guru dan orang tua sangat penting untuk memastikan bahwa kurikulum tersembunyi ini berperan secara maksimal dalam membentuk karakter siswa. Itulah mengapa, pemahaman mengenai kurikulum tersembunyi dan cara kerjanya menjadi sangat penting bagi semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan.