Dalam peradaban manusia, berbagai fenomena alam telah dipandang dengan rasa penasaran, kagum dan terkadang rasa takut. Salah satu fenomena ini adalah Gerhana Bulan. Selama berabad-abad, berbagai budaya telah menanamkan makna dan mitos tersendiri terkait fenomena ini. Namun, apa sebenarnya yang terjadi pada saat Gerhana Bulan? Apa yang disebut sebagai daerah gelap yang dilalui inti bayangan bumi pada saat gerhana bulan?
Gerhana Bulan: Fenomena Alam yang Menakjubkan
Gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga Bumi memblokir sinar Matahari yang biasanya akan mencapai Bulan. Akibatnya, sebagian atau keseluruhan Bulan akan masuk ke dalam bayangan Bumi, yang menghasilkan berbagai tingkatan pencahayaan dan warna.
Daerah Gelap: Umbra dan Penumbra
Pada saat Gerhana Bulan, ada dua tipe bayangan yang diciptakan oleh Bumi, yaitu umbra dan penumbra. Umbra adalah daerah bayangan inti, atau bagian tergelap dari bayangan. Ini adalah daerah di mana Bumi sepenuhnya menghalangi cahaya langsung dari Matahari ke Bulan. Sementara itu, penumbra adalah daerah bayangan luar yang lebih terang, di mana Bumi hanya sebagian menghalangi cahaya Matahari.
Daerah Gelap yang Dilalui oleh Inti Bayangan Bumi: Umbra
Pada saat gerhana bulan, daerah gelap yang dilalui inti bayangan Bumi adalah umbra. Ini adalah masa ketika penonton di Bumi dapat melihat gerhana bulan penuh, dimana seluruh wajah bulan sepenuhnya masuk ke dalam umbra Bumi. Pemandangan ini sungguh menakjubkan karena Bulan biasanya akan berubah menjadi warna merah atau oranye gelap, fenomena yang sering disebut sebagai “Bulan Darah”.
Warna merah atau oranye pada Bulan disebabkan oleh pembiasan (atau penyebaran) cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi, proses serupa yang menyebabkan langit berubah warna saat matahari terbit atau tenggelam.
Penutup
Gerhana bulan adalah sebuah fenomena yang menakjubkan yang menampilkan keindahan alam semesta kita. Peranan daerah gelap yang dilalui inti bayangan Bumi, atau umbra, sangat penting dalam menciptakan pemandangan spektakuler yang kita lihat pada saat gerhana bulan penuh. Semakin kita memahami kejadian ini, semakin kita menghargai keindahan dan kompleksitas dunia kita.