Masa kanak-kanak adalah masa penuh kepolosan dan rasa ingin tahu. Dari itulah anak-anak mulai mempelajari dunia sekitar mereka, termasuk belajar membaca di sekolah. Dalam blog ini, kami akan mengulik momen penuh makna ini dari sudut pandang yang berbeda – melalui kisah ibu dan bapak kita.
Mulai Belajar Membaca – Pengalaman Ibu
Hari-hari sekolah Ibu biasanya diawali dengan bel fantastis yang menandai dimulainya hari belajar. Sekolah adalah tempat di mana Ibu pertama kali menemukan kesenangan membaca. Setiap hari, guru kami mengajarkan huruf dan kata baru. Ibu selalu terpesona dengan bagaimana sebuah kata berubah menjadi cerita saat membacanya.
Saat itu, buku-buku dengan gambar berwarna-warni dan cerita mengasyikkan selalu menjadi pendamping Ibu. Membaca bukan hanya aktivitas yang membosankan, tetapi menjadi waktu yang menyenangkan bagi ibu. Fakta bahwa mengetahui satu kata bisa menambah wawasan, membuat Ibu terpesona.
Gema dari Masa Lalu – Pengalaman Bapak
Berbeda dengan Ibu, Bapak datang dari latar belakang yang lebih sederhana. Dia belajar membaca di sekolah lokal mereka di pedesaan. Menariknya, Bapak menceritakan bagaimana dia belajar membaca di sekolah dahulu dengan metode tradisional. Guru mereka menggunakan sapu lidi sebagai penunjuk saat mengajari mereka membaca.
Pada masa itu, Bapak harus berusaha keras membaca buku teks sekolah yang biasa. Sulit bagi Bapak untuk mendapatkan bahan bacaan lain, namun itulah yang menjadikan Bapak sangat menghargai setiap peluang untuk membaca. Pengalaman Bapak mendapatkan ilmu dari buku teks sederhana itu, telah mengajarkan betapa berharganya pengetahuan.
Pengaruhnya dalam Hidup Mereka
Belajar membaca di sekolah bukan hanya tentang belajar membentuk kata, mengerti arti, dan memahami cerita. Lebih dari itu, pengalaman ini memberikan kesempatan kepada Ibu dan Bapak untuk belajar bagaimana abjad bisa membentuk dunia dalam sejumput kata dan bagaimana pengetahuan dapat mempengaruhi hidup seseorang.
Bagi Ibu, belajar membaca membangkitkan rasa penasaran dan cinta terhadap pengetahuan yang masih terpelihara hingga sekarang. Sementara bagi Bapak, belajar membaca adalah perjuangan dan apresiasi terhadap pengetahuan. Meski belajar dari buku teks sederhana, Bapak paham bahwa membaca adalah kunci menuju pengetahuan yang lebih luas.
Sebagai penutup, penting untuk kita menghargai kemampuan membaca kita. Ini adalah perkembangan penting yang mempengaruhi hidup kita dalam banyak cara. Mari kita terus berusaha meningkatkan rasa penasaran dan cinta kita terhadap membaca, dan apresiasi terhadap pengetahuan, sama seperti Ibu dan Bapak kita.