Dalam kajian filsafat dan agama, seringkali kita digiring untuk memahami tentang jati diri atau apa yang kita sebut sebagai ‘aku’. Salah satu pemahaman tentang ‘aku’ yang menarik untuk dibahas adalah dari sudut pandang ajaran Brahman dalam agama Hindu. Brahman merupakan konsep yang merujuk pada prinsip tertinggi, realitas mutlak atau kekuatan kosmik tertinggi dalam agama Hindu. Menurut ajaran Brahman, ‘aku’ itu adalah Atman yang merupakan proyeksi dari Brahman itu sendiri.
Konsep Atman dalam Ajaran Brahman
Atman, dalam ajaran Brahman, adalah esensi diri yang sejati. Itu adalah soul atau jiwa yang merupakan cerminan atau proyeksi dari Brahman. Jadi, konsep ‘aku’ bukan merujuk pada identitas fisikal atau ego diri yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari, tetapi lebih kepada ‘aku’ dalam bentuk jiwa atau Atman.
Atman adalah keberadaan abadi dan berkelanjutan yang melewati siklus hidup dan kematian. Atman tidak terikat oleh konsep waktu dan ruang, tetapi berada di luar batas-batas tersebut. Dalam ajaran Brahman ini, Atman adalah keberadaan sejati yang tidak akan musnah atau berubah.
Atman Sebagai Proyeksi dari Brahman
Kenapa Atman disebut sebagai proyeksi dari Brahman? Hal ini karena menurut ajaran Brahman, realitas sejati dari alam semesta ini adalah Brahman. Brahman adalah satu-satunya keberadaan sejati dan abadi, sementara segala sesuatu yang lain adalah ilusi atau maya.
Atman, sebagai jiwa yang ada dalam setiap individu, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Brahman. Dengan kata lain, Atman adalah manifestasi atau proyeksi dari Brahman di dalam setiap individu.
Kesimpulan
Menurut ajaran Brahman, ‘aku’ itu adalah Atman, esensi jiwa yang merupakan proyeksi dari Brahman, keberadaan tertinggi dan mutlak dalam agama Hindu. Atman sebagai ‘aku’ melampaui definisi identitas fisik atau ego diri, namun merujuk pada jiwa yang abadi dan berkelanjutan, melewati batas waktu dan ruang.
Melalui pemahaman ini, kita diajak untuk melakukan introspeksi dan mengenal lebih dalam ‘aku’ sejati yang ada dalam diri kita, untuk bisa merasakan kedamaian dan kesatuan dengan alam semesta atau Brahman.