Menurut Ir. Soekarno, Trisila Dapat Diperahs lagi Menjadi Ekasila

Jika kita membicarakan tentang pemikiran-pemikiran visionary tentang DNA dan semangat bangsa Indonesia, nama Soekarno selalu muncul di urutan teratas. Salah satu konsep yang diajukan oleh sang Proklamator adalah Trisila dan Ekasila, dua konsep filosofis yang menurutnya menjadi dasar pembangunan bangsa.

Mengenal Trisila

Trisila secara harfiah berarti tiga prinsip. Dalam konsep Soekarno, Trisila merupakan akronim dari tiga kata: sosialisme, nasionalisme dan nasionalisme. Princip pertama adalah sosialisme, yang merujuk pada pendekatan pemerintah dalam mengelola dan mendistribusikan sumber daya sosial. Prinsip kedua, humanisme, merujuk pada pembangunan bangsa yang berpusat pada manusia; nilai manusia dan kesejahteraannya harus selalu menjadi yang utama. Sementara prinsip ketiga, nasionalisme, merujuk pada penguatan identitas dan kebanggaan nasional.

Dari Trisila ke Ekasila

Soekarno berpendapat bahwa ke-tiga prinsip yang ada dalam Trisila dapat diperas lagi menjadi satu prinsip utama: Ekasila yang dinamakan Gotong Royong. Gotong Royong menjadi sebuah konsep di mana tiga nilai dalam Trisila berkolaborasi menjadi satu. Dalam Gotong Royong, nilai-nilai sosialisme, humanisme, dan nasionalisme saling bersinergi dan memperkuat satu sama lain, menciptakan sebuah masyarakat yang melibatkan semua entitasnya dalam kegiatan membantu dan mendukung satu sama lain.

Implikasi Ekasila dalam konteks Indonesia Modern

Membicarakan Ekasila dalam konteks Indonesia modern mungkin terdengar abstrak, namun konsep tersebut penuh dengan implikasi praktis. Kepahaman Gotong Royong bukan hanya mengarah pada tindakan konkrit seperti saling membantu tetangga atau beramal, tetapi juga mengarah pada ideologi sosial politik dalam masyarakat yang lebih luas.

Hal ini menjadi semakin relevan di masa sekarang, di tengah berbagai permasalahan sosial dan perpecahan, adalah penting bagi kita untuk kembali mengingat dan merenungkan konsep Ekasila ini. Penting untuk mengembangkan pemahaman bersama dan semangat Gotong Royong dalam menyelesaikan permasalahan kita.

Akhirnya, pemikiran Soekarno tentang Trisila dan Ekasila bukan hanya dapat dijadikan rujukan dalam memahami sejarah bangsa tetapi juga menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan di masa mendatang. Pemahaman akan nilai-nilai luhur dalam konsep Ekasila dapat memberikan inspirasi bagi kita semua untuk membangun Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan harmonis sesuai dengan cita-cita Proklamator kita.

Leave a Comment