Minggu Pagi yang Kelam: 19 RT di Jakarta Terendam Banjir Akibat Luapan Kali dan Hujan Deras

Minggu pagi, seharusnya menjadi saat yang tenang dan damai, saat dimana kita bisa beristirahat sejenak dari kenyataan hidup yang pada umumnya sangat keras. Namun, ironisnya, minggu pagi ini ternyata bukanlah hari yang damai bagi warga Jakarta. Sebanyak 19 RT (Rukun Tetangga) di Jakarta terendam banjir, tak pelak kondisi ini menyedot perhatian kita semua.

Fenomena banjir kembali melanda

Banjir kembali menjadi momok menakutkan bagi warga Jakarta. Betapa tidak, baru-baru ini, tepatnya minggu pagi yang seharusnya damai, terjadi banjir yang merendam 19 RT di Jakarta. Kemunculan banjir ini bukan tanpa sebab, sebab utamanya adalah luapan air dari anak-anak sungai dan hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari belakangan.

Notabene Jakarta adalah kota yang dipenuhi oleh banyak sungai dan kali, dan sayangnya, kondisi kali dan sungai di Jakarta sering kali tidak terjaga dengan baik. Jika ditambah dengan curah hujan yang tinggi, bisa dipastikan banjir akan terjadi.

Dampak yang ditimbulkan

Dampak dari banjir ini bukan hanya merusak lingkungan dan properti milik warga, namun juga beragam aktivitas lainnya. Aktivitas hari Minggu yang seharusnya dihabiskan untuk beristirahat atau bepergian bersama keluarga harus dibatalkan. Selain itu, banjir juga berpotensi menimbulkan berbagai penyakit menular seperti demam berdarah dan leptospirosis.

Aksi yang harus diambil

Mengingat kerugian dan dampak buruk banjir, langkah-langkah harus segera diambil. Mulai dari peningkatan sistem drainase, peningkatan kualitas dan kapasitas sungai, hingga penanaman tanaman di sepanjang sungai untuk mencegah longsor.

Sementara itu, masyarakat juga harus turut berperan aktif dalam mencegah banjir. Mulai dari tidak melakukan pembuangan sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air hingga turut serta dalam kegiatan penanaman pohon dan menjaga lingkungan klausalnya.

Minggu pagi yang seharusnya damai, kini harus diwarnai dengan banjir dan kesedihan. Semoga tragedi seperti ini tidak terulang di masa depan dan kita sebagai masyarakat dan pemerintah secara bersama-sama bisa bergerak untuk mencegah hal tersebut. Banjir bukanlah bencana alam yang harus kita terima begitu saja, melainkan dapat kita cegah dan minimalkan dampaknya jika kita bersatu dan saling membantu.

Leave a Comment