Di kawasan Asia Tenggara, terdapat 10 negara yang merupakan bagian dari Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara atau yang lebih dikenal dengan ASEAN. Negara-negara tersebut adalah Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja.
Sejarah dan budaya mereka mungkin sangat beragam, tetapi ada satu hal yang umum di antara mereka, yaitu sektor pertanian yang kuat. Pertanian telah menjadi tulang punggung ekonomi banyak negara ASEAN selama bertahun-tahun. Namun, beberapa negara di wilayah tersebut sudah mulai beralih dari sektor pertanian. Negara tersebut adalah Singapura.
Singapura: Negara ASEAN yang Kegiatan Perekonomiannya Tidak Didukung oleh Pertanian
Singapura adalah negara yang sangat unik dalam daftar anggota ASEAN. Sasha ulet ini hanya memiliki luas total sekitar 721,5 kilometer persegi, menjadikannya negara paling kecil di ASEAN. Karena luas wilayahnya yang sangat terbatas dan industrialisasi yang pesat, Singapura tidak memiliki ruang dan sumber daya untuk mengembangkan pertanian dalam skala besar.
Berbeda dengan negara-negara ASEAN lainnya yang sebagian besar penduduknya bergantung pada pertanian, Singapura telah berhasil mengembangkan sektor ekonominya di bidang lain. Pada 2019, nilai tambah bruto (GVA) sektor pertanian Singapura hanya mencapai 0,01% dari total PDB negara tersebut. Singapura memilih untuk fokus pada sektor perbankan dan keuangan, perdagangan dan distribusi, manufaktur, dan jasa teknologi informasi.
Sektor Pertanian vs. Industri dan Jasa
Singapura memilih untuk mengimbangi keterbatasan wilayah dan sumber daya alamnya dengan cara mengoptimalkan potensinya di sektor lain. Negara ini memiliki pusat perkotaan yang padat dan modern, dan menjadi salah satu pusat keuangan dan bisnis terpenting di dunia.
Singapura juga dikenal sebagai salah satu pelabuhan terbesar dan tersibuk di dunia. Pelabuhan Singapura berfungsi sebagai hub utama untuk perdagangan internasional, mendukung bisnis ekspor dan impor yang luas dan beragam. Singapura juga berfokus pada industri manufaktur, khususnya elektronik dan biomedis.
Kesimpulan
Pada akhirnya, berhasil atau tidaknya suatu negara tidak ditentukan oleh sektor pertanian semata. Singapura mampu mengatasi kendala geografis dan sumber daya pertanian yang terbatas, dan sebaliknya memanfaatkan keunggulannya di sektor keuangan dan jasa. Singapura adalah contoh utama bahwa negara ASEAN dengan kegiatan perekonomiannya tidak didukung oleh pertanian dapat mencapai kesuksesan dan kesejahteraan yang sama.