Asia Tenggara dikenal sebagai salah satu wilayah yang kaya dengan keanekaragaman budaya. Hal ini tak lepas dari beragam makanan yang tersebar di berbagai negara di wilayah ini. Salah satu hidangan khas yang cukup unik dan jarang dikenal di luar negeri adalah Ambuyat. Lantas, negara mana di Asia Tenggara yang memiliki hidangan nasional berupa ambuyat?
Brunei Darussalam: Negara Pencipta Ambuyat
Ambuyat merupakan hidangan nasional Brunei Darussalam, sebuah negara kecil di pesisir utara pulau Kalimantan. Brunei, yang terkenal dengan kekayaan minyak bumi dan gas alamnya ini, memiliki makanan khas ini sebagai lambang identitas budaya mereka.
Hidangan ambuyat adalah sebuah hidangan tepung yang dibuat dari pohon sagu. Ciri khas dari ambuyat adalah teksturnya yang lengket dan kental, seperti lem. Untuk menyantap ambuyat, masyarakat Brunei biasanya menggunakan alat khusus bernama “chandas” yang terbuat dari bambu atau rotan yang dikepal dan diaduk dalam adonan sagu tersebut.
Cara Menikmati Ambuyat Bersama Lauk Pendamping
Ambuyat umumnya disajikan bersama-sama dengan lauk pendamping yang bervariasi, seperti sayur dengan kuah pedas, ikan goreng, udang, cumi, daging sapi, dan lain sebagainya. Cara menikmati ambuyat adalah dengan menggunakan chandas untuk mengambil adonan secara berputar, sehingga adonan akan melekat pada chandas kemudian dicelupkan pada lauk pendamping.
Selain menyediakan banyak pilihan lauk, ambuyat juga biasa disajikan dalam suatu acara bersama keluarga atau komunitas, sehingga menjadi hidangan yang menggugah keintiman sosial.
Sebaran Ambuyat di Asia Tenggara dan Luar Negeri
Meskipun hidangan ini merupakan makanan nasional Brunei, ambuyat juga dikenal dan dinikmati di negara tetangga seperti Malaysia, khususnya di kawasan Sabah dan Sarawak. Di luar Asia Tenggara, terdapat beberapa restoran Bruneian yang ada di negara-negara seperti Inggris, Kanada, dan Australia yang menyajikan hidangan ambuyat sebagai salah satu menu utama.
Kesimpulan
Ambuyat merupakan hidangan nasional khas Brunei Darussalam yang unik dan menggugah selera. Dengan tekstur lengket dan kental dari tepung sagu, ambuyat menjadi hidangan yang menarik bagi pencinta kuliner di Asia Tenggara. Selain itu, kebiasaan menikmati ambuyat bersama lauk pendamping dan dalam acara bersama keluarga atau komunitas menjadikannya lebih dari sekadar hidangan, tetapi juga simbol keintiman sosial dan budaya Brunei.