Orang yang Berbuat Baik Tapi Diikuti Sikap Riya Menurut Islam Termasuk Perbuatan

Dalam setiap perilaku dan pikiran manusia, niat merupakan komponen penting yang tidak dapat diabaikan. Menurut Islam, niat adalah hal yang membedakan perbuatan yang baik dan perbuatan yang buruk. Ini menjadi pertanyaan penting: Bagaimana jika seseorang berbuat baik, tetapi diikuti oleh sikap riya atau menunjukkan-nunjukkan?

Riya’ dalam Tinjauan Islam

Riya’ dalam agama Islam, diartikan sebagai suatu kondisi di mana seseorang beramal atau berbuat baik bukan karena Allah, tetapi hanya ingin mendapatkan pujian atau pengakuan dari orang lain. Riya’ ini sesungguhnya merupakan bentuk dari kemunafikan dan termasuk perbuatan yang dilarang dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, “Sesungguhnya apa yang paling aku khawatirkan terhadap umatku adalah kesyirikan yang kecil (riya’).”

Berbuat Baik dan Sikap Riya’

Memahami definisi riya’, kita dapat melihat bagaimana tindakan berbuat baik tetapi dengan niat yang salah dapat mempengaruhi kualitas perbuatan tersebut dalam pandangan Islam. Jika seseorang berbuat baik dengan niat ber-riya’, meskipun tampaknya ia telah berbuat banyak kebaikan, pada hakikatnya perbuatannya tersebut menjadi sia-sia. Kesia-siaan ini terjadi karena ia tidak berbuat itu karena Allah, sehingga pahala dan keberkahan yang diharapkan tidak akan ia peroleh.

Menjaga Niat: Solusi untuk Menghindari Riya’

Dalam hal ini, solusi terbaik adalah dengan menjaga niat. Islam menuntun umatnya untuk selalu berbuat baik dengan niat karena Allah semata, bukan karena ingin mendapat pujian atau terkenal di mata manusia. Nabi Muhammad SAW telah mengingatkan bahwa “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya, dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.”

Alih-alih mengejar pujian orang lain, kita harus berusaha untuk mengejar kedekatan dengan Allah dan meraih ridho-Nya. Ketika kita berbuat baik, lakukan dengan ikhlas untuk Allah. Jadikan setiap perbuatan baik yang kita lakukan sebagai bentuk ibadah kita kepada Sang Pencipta.

Kesimpulan

Tentunya, butuh usaha dan latihan yang tidak sebentar untuk selalu menjaga niat dan menghindari riya’. Namun, itu adalah perjuangan yang layak ditempuh. Ingatlah bahwa orang yang berbuat baik tetapi diikuti sikap riya’ menurut Islam termasuk perbuatan yang maknanya menjadi sia-sia. Karena pahala sejati datang dari keikhlasan hati, bukan dari berapa banyak pujian yang kita peroleh.

Semoga kita semua dapat terhindar dari sikap riya’ dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Aamiin.

Leave a Comment