Sebuah ungkapan lama mengatakan, “Berikan dan kamu akan menerima.” Ada sekelompok orang yang mempraktikkan prinsip ini dalam hidup mereka. Mereka adalah orang-orang yang selalu memberikan harta mereka kepada orang lain, tanpa memperhatikan keadaan mereka sendiri. Orang-orang seperti ini biasa kita kenal dengan sebutan dermawan atau filantropis.
Filantropis: Orang yang Merelakan Hartanya
Mungkin, kita lebih sering mendengar istilah filantropi dalam konteks selebriti atau pengusaha kaya yang memberikan donasi besar-besaran. Tapi sebenarnya, filantropi bukanlah tentang seberapa besar jumlah yang diberikan. Lebih dari itu, filantropi adalah tentang keinginan dan tindakan untuk memberikan manfaat kepada orang lain.
Filantropi bukan hanya tentang memberikan harta dalam bentuk materi. Itu bisa dalam bentuk waktu, tenaga, ilmu, atau apa pun yang bisa membantu memperbaiki kehidupan orang lain. Dan orang-orang ini senantiasa rela merelakan harta mereka tanpa mempertimbangkan keadaan apa pun.
Motivasi Seorang Filantropis
Apakah motivasi dari orang-orang yang terus memberikan meski dalam keadaan apapun? Motivasi ini bisa berasal dari berbagai sumber. Bagi sebagian orang, itu berasal dari keyakinan agama atau moral bahwa memberi adalah hal yang benar. Bagi yang lain, itu mungkin berasal dari pengalaman pribadi – kesulitan mereka sendiri di masa lalu bisa membuat mereka lebih empati terhadap orang lain yang mengalami kesulitan. Ada juga yang terdorong oleh keinginan untuk membantu memperbaiki komunitas atau dunia mereka.
Mengenali Seorang Filantropis
Salah satu ciri khas seorang filantropis adalah keteguhan mereka dalam memberi. Mereka tidak terpengaruh oleh keadaan ekonomi, kondisi sosial, atau faktor eksternal lainnya. Orang-orang seperti ini tidak hanya memberikan ketika mereka berada dalam keadaan baik. Bahkan, mereka seringkali terus memberikan walaupun mereka sendiri sedang mengalami kesulitan.
Kesimpulan
Kita semua memiliki peluang untuk menjadi seorang filantropis dalam skala kita masing-masing. Tidak peduli seberapa besar atau kecil kontribusi yang kita berikan, yang terpenting adalah niat dan tindakan untuk membuat perbedaan dalam kehidupan orang lain. Ingatlah bahwa sesungguhnya harta terbesar yang bisa kita miliki adalah kemampuan untuk memberi dan membagikan kebahagiaan kepada orang lain. Dengan begitu, kita bisa menjadi filantropis dalam hidup kita sendiri.