Rasa nyeri pada usus karena terjadinya penyerapan air yang berlebihan yang menyebabkan feses menjadi keras dinamakan sembelit atau konstipasi. Konstipasi adalah kondisi saat seseorang sulit buang air besar, atau dapat disebabkan oleh feses yang keras dan kering, yang biasanya terjadi karena penyerapan air berlebihan di dalam usus. Proses ini terjadi di usus besar atau kolon, dimana sebagian besar air diserap kembali ke dalam tubuh sehingga feses meningkat kekerasannya.
Konstipasi sering dikaitkan dengan pola makan dan gaya hidup yang buruk. Kurangnya asupan serat, kurang minum, dan kurang olahraga adalah beberapa faktor pemicunya. Selain itu, kondisi medis tertentu seperti diabetes, gangguan tiroid, dan sindrom iritasi usus besar (IBS) juga dapat menyebabkan konstipasi.
Sindrom iritasi usus besar (IBS) adalah gangguan pencernaan jangka panjang yang menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman pada perut, perubahan pola buang air besar, dan juga sembelit. Di dalam usus, penyerapan air yang tidak normal atau berlebihan dapat mempengaruhi proses pembentukan feses dan menyebabkan sembelit. Pada konstipasi yang disebabkan oleh IBS, otot-otot di dinding usus mempunyai masalah dalam berkontraksi dan bergerak, sehingga makanan sulit dipindahkan dari lambung menuju ke bagian lain dari usus.
Seseorang dengan IBS biasanya memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap rasa kenyang dan distensi (pembengkakan), dan ini bisa berpengaruh terhadap rasa nyeri. Nyeri perut pada penderita IBS biasanya mereda setelah buang air besar dan intensitasnya berfluktuasi sepanjang waktu.
Konstipasi dan rasa sakit atau kram pada usus tidak hanya merugikan fisik, tapi juga dapat berdampak pada kualitas hidup seseorang. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan dapat menimbulkan stress atau kecemasan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami gejala dan penyebab sembelit agar dapat diatasi dan dicegah.
Untuk mengatasi masalah sembelit, biasanya disarankan untuk memperbanyak konsumsi makanan berserat, minum banyak air, dan rajin berolahraga. Tentu saja, jika sembelit berlanjut dan disertai gejala lain seperti penurunan berat badan yang tidak dijelaskan, darah dalam feses, atau rasa sakit yang parah, sebaiknya segera cari bantuan medis.