Prosesi pernikahan adalah serangkaian upacara yang dihadiri oleh keluarga, kerabat, dan para tamu undangan untuk menyatukan sepasang pengantin. Dalam kebudayaan Indonesia, pantun adalah salah satu kekayaan sastra yang kerap ditampilkan dalam berbagai acara adat, tidak terkecuali acara pernikahan. Berikut ini kita akan membahas mengenai pantun yang disajikan dalam sebuah prosesi pernikahan, serta jenis-jenis pantun yang dapat ditemui.
Mengenal Pantun dan Fungsinya dalam Prosesi Pernikahan
Pantun merupakan bentuk puisi lama yang terdiri dari empat baris dan menggunakan rima (irama yang sama) pada akhir baris ketiga dan keempat. Pantun diketahui berasal dari Nusantara dan populer di sejumlah negara seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura. Pantun yang disajikan dalam prosesi pernikahan biasanya dipakai sebagai sarana hiburan, pujian, nasihat, dan doa kepada pengantin baru.
Jenis-Jenis Pantun dalam Prosesi Pernikahan
Dalam sebuah prosesi pernikahan, terdapat beberapa jenis pantun yang bisa disajikan, antara lain:
1. Pantun Pujian
Pantun pujian ini biasanya digunakan untuk memuji kecantikan atau ketampanan pengantin, serta menggambarkan kebahagiaan yang dirasakan oleh kedua belah pihak. Contoh pantun pujian:
Mengail ikan di tengah laut,Terkena badai karam perahu,Untuk apa datang menikah,Kalau tidak diberi pujian barakah.
2. Pantun Nasihat
Pantun nasihat bertujuan untuk memberikan saran kehidupan berumah tangga kepada pengantin baru, seperti saling menghargai, menjaga keutuhan rumah tangga, dan lain-lain. Contoh pantun nasihat:
Jalan-jalan ke Taman Puring,Membeli jambu air merah,Sungguh indah rumah tangga,Bila saling menghargai asmara.
3. Pantun Doa
Pantun doa berisikan harapan dan doa baik terhadap kehidupan baru pengantin, seperti kesuksesan, keturunan, dan kebahagiaan. Contoh pantun doa:
Terbang burung pipit ke angkasa,Sayapnya terkena hujan basah,Semoga berkah pernikahan ini,Mendapatkan keturunan yang berkah.
4. Pantun Perkenalan
Pantun perkenalan ini biasanya digunakan sebagai ungkapan perkenalan antara keluarga pengantin pria dan wanita, serta mengajak para tamu untuk bergembira bersama. Contoh pantun perkenalan:
Nelayan tebang ikan di laut,Tepian pesisir jangan lupa pulang,Salam kenal dari kami keluarga besar,Hendak merayakan pernikahan anak terkasih.
Dalam prosesi pernikahan, pantun bisa disampaikan oleh pembawa acara, para tamu, atau beberapa keluarga yang memiliki bakat dalam berkata-kata. Pantun yang disampaikan harus sopan dan penuh arti, sehingga tida melukai hati pihak-pihak yang hadir. Dengan menambahkan pantun dalam prosesi pernikahan, diharapkan akan meningkatkan suasana keakraban dan kebahagiaan bagi semua yang hadir.