Pelapukan yang Terjadi Karena Perbedaan Suhu dan Hujan Disebut Pelapukan

Pelapukan merupakan proses yang terjadi pada batuan dan mineral di permukaan Bumi karena adanya pengaruh faktor-faktor alam seperti air, suhu, tekanan, dan reaksi kimia. Salah satu jenis pelapukan yang terjadi karena perbedaan suhu dan hujan disebut pelapukan. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang pelapukan yang terjadi karena perbedaan suhu dan hujan serta faktor lain yang dapat mempengaruhi proses ini.

Proses Pelapukan Akibat Perbedaan Suhu dan Hujan

Jenis pelapukan ini dikenal sebagai pelapukan mekanis atau fisik. Proses pelapukan yang disebabkan oleh perubahan suhu terjadi ketika batuan mengembang karena suhu tinggi dan menyusut ketika suhu rendah. Sementara proses pelapukan yang terjadi akibat hujan dikenal sebagai pelapukan kimiawi, di mana perubahan komposisi kimia batuan menghasilkan larutan yang mudah larut dalam air.

Pelapukan Mekanis

Perbedaan suhu antara siang dan malam, serta antara musim dapat menyebabkan perubahan konstan dalam suhu batuan. Ketika suhu tinggi, batuan mengembang dan retak, sedangkan pada suhu rendah, batuan menyusut dan terpecah menjadi potongan-potongan kecil. Proses inilah yang disebut pelapukan mekanis.

Pelapukan Kimiawi

Pelapukan kimiawi terjadi ketika batuan bereaksi dengan zat-zat kimia yang dibawa oleh air hujan seperti asam karbonat, oksigen, dan zat asam lainnya. Proses ini dapat melemahkan ikatan antara atom-atom dalam batuan, mengubah struktur dan komposisi batuan, serta menghasilkan larutan yang mudah larut. Akibatnya, batuan menjadi lebih rapuh dan mudah terkikis oleh aliran air.

Faktor yang Mempengaruhi Pelapukan oleh Perbedaan Suhu dan Hujan

Selain perbedaan suhu dan hujan, beberapa faktor lain yang mempengaruhi laju pelapukan antara lain:

  1. Tekanan: Tekanan atmosfer dan tekanan dalam batuan berperan dalam proses pelapukan. Dalam kondisi tekanan tinggi, batuan lebih rentan terhadap retak dan pecah, sehingga mempercepat pelapukan.
  2. Mineralogi: Sifat fisik dan kimia mineral dalam batuan mempengaruhi tingkat pelapukan. Misalnya, mineral yang lunak dan mudah larut lebih rentan terhadap pelapukan dibandingkan dengan mineral yang keras dan tidak larut.
  3. Struktur Batuan: Struktur batuan, seperti susunan dan ukuran kristal, mempengaruhi proses pelapukan. Batuan yang memiliki kristal besar lebih rentan terhadap pelapukan diikuti dengan perubahan suhu, sementara batuan dengan susunan kristal rapat lebih tahan terhadap proses ini.
  4. Tumbuhan dan Mikroorganisme: Aktivitas tumbuhan dan mikroorganisme dapat mempengaruhi laju pelapukan. Akar tumbuhan dapat menyebabkan retak pada batuan, sementara mikroorganisme dapat mempercepat proses pelapukan kimiawi dengan melepaskan asam-asam organik.

Kesimpulan

Pelapukan yang terjadi karena perbedaan suhu dan hujan adalah salah satu jenis pelapukan yang penting dalam mempengaruhi sifat dan struktur batuan di permukaan Bumi. Proses ini mencakup pelapukan mekanis yang disebabkan oleh perubahan suhu, serta pelapukan kimiawi yang terjadi oleh air hujan. Beberapa faktor lain seperti tekanan, mineralogi, struktur batuan, serta aktivitas tumbuhan dan mikroorganisme juga mempengaruhi laju pelapukan.

Leave a Comment